Petani Garam Terima Bantuan Dari DKP Aceh Utara.

Redaksi: Jumat, 18 Agustus 2017 | 19.25.00



ACEH UTARA| HARIAN9
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Utara memberikan bamtuan 75 Unit tempat Perebusan Garam kepada Kelompok Usaha Garam (KUGAR) di Empat Kecamatan Kabupaten Aceh Utara. Jum’at (18/08/2017).

Ir. Mukhlis Kasie Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil mengatakan, bantuan yang disalurkan kepada kelompok Garam itu merupakan bantuan Pemerintah Daerah pada Tahun 2017 untuk mendukung program Perikanan di daerah tersebut, Khususnya pada pemberdayaan usaha garam rakyat. Empat lokasi penerima bantuan tempat perebusan garam/kuali diantaranya. Desa Bluka Teubai dan Glumpang Sulu Timu Kec. Dewantara, Desa Lancok Kec. Syamtalira Bayu, Desa Matang Tunong Dan Kuala Cangkoy Kec.Lapang dan Desa Teupin Kuyun dan Ulee Rubek Timu Kec. Seunuddon.

Dia berharap bantuan tempat perebusan garam untuk Petani Garam tersebut, dapat meningkatkan produksi Perikanan Pengelolaan Ruang Laut Lainnya di Kabupaten Aceh Utara yang masih rendah dibandingkan dengan potensi yang ada. “Kami targetkan ada peningkatan produksi Garam, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Petani Garam di Kabupaten Aceh Utara," ujarnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Utara selalu melakukan pendampingan ke seluruh kelompok garam yang sudah mendapatkan bantuan tersebut yang dampingi oleh Penyuluh Perikanan Bantu Pendamping Program Pusat (PPBPP KKP) bidang garam untuk memastikan bantuan yang disalurkan itu tepat sasaran dan tidak dipindah tangankan serta benar-benar dimanfaatkan.

"Kami akan mengecek bantuan tersebut, apakah benar-benar dipergunakan atau tidak. Kami berharap petani garam yang mendapatkan batuan tersebut dapat memaksimalkan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi perikanan garam," pungkasnya.

Ketua kelompok Garam Kecamatan Syamtalira Bayu M. Hasan Madrisyad mengaku senang mendapatkan bantuan tempat perebusan garam dari Pemerintah dan dirinya berjanji dan anggota kelompok akan mengunakan sebaik mungkin. “Senanglah kalau dapat bantuan apalagi selama ini kami menggunakan tempat perebusan terbuat dari drum minyak bekas, tidak sampai 3 bulan kami menggatikan lagi, dengan adanya bantuan ini kami akan menggunakan sebaik mungkin, apalagi tempat perbusan ini terbuat dari plat yang bagus” papar M. Hasan Madrisyat. (ari9)

Komentar