APEC Sepakat Tingkatan Inklusi Ekonomi, Keuangan dan Sosial

Redaksi: Minggu, 03 September 2017 | 02.16.00

Para pejabat tinggi APEC sepakat untuk memperluas inklusi ekonomi, keuangan dan sosial di kawasan Asia Pasifik pada the Third APEC Senior Officials' Meeting di Ho Chi Minh City, Viet Nam, 29-30 Agustus 2017. (Foto: kemlu)

HO CHI MINH CITY, VIET NAM| HARIAN9
Para pejabat tinggi APEC sepakat untuk memperluas inklusi ekonomi, keuangan dan sosial di kawasan Asia Pasifik pada the Third APEC Senior Officials' Meeting di Ho Chi Minh City, Viet Nam, 29-30 Agustus 2017. 

Inisiatif Economic, Financial and Social Inclusion diharapkan dapat diadopsi oleh para pemimpin APEC pada APEC Economic Leaders' Meeting, tanggal 11 November 2017 di Da Nang, Viet Nam.

Inisiatif ini sangat penting bagi Indonesia sebagai ekonomi berkembang untuk pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, keuangan dan sosial khususnya di daerah pedesaan dan terpencil. 

Indonesia yakin bahwa dengan berbagi pengalaman dan keahlian antara negara ekonomi maju dan berkembang terkait penanganan kesenjangan nasional dapat membantu pencapaian pertumbuhan berkualitas di kawasan.

Inisiatif tersebut terdiri dari 3 pilar, yaitu Economic inclusion atau kesetaraan kesempatan ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat; Financial Inclusion yang berarti individu dan bisnis memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan yang berguna dan terjangkau; dan Social Inclusion yaitu memberdayakan orang miskin dan terpinggirkan untuk memanfaatkan peluang global  dan meningkatkan kesetaraan.

Untuk memperluas akses pasar, SOM juga menyepakati APEC Framework on Cross-border E-Commerce Facilitation. Kerangka ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi e-commerce, termasuk dari aspek hukum dan peraturan yang transparan dan konsisten, serta mempromosikan cross border e-commerce di APEC. 

Selain itu, hasil ini juga kiranya dapat dimanfaatkan untuk mempermudah akses pasar UMKM, meningkatkan daya saing dan partisipasi mereka dalam rantai produksi global.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Dr. Desra Percaya, selaku APEC Senior Official Indonesia juga turut mendorong agar APEC segera meluncurkan proses penyusunan Visi APEC Paska 2020 yang inklusif, mampu menjawab tantangan anti globalisasi dan mengatasi kesenjangan pembangunan dengan mewujudkan komunitas APEC yang adil dan sejahtera.

Delegasi RI yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kemenko Bidang Perekonomian, BPOM, KBRI Hanoi, KJRI Ho Chi Minh, dan Kementerian/Lembaga terkait, berpartisipasi aktif pada seluruh rangkaian pertemuan SOM 3 APEC. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar