Bantu Myanmar, Menlu Luncurkan Program HASCO

Redaksi: Minggu, 03 September 2017 | 02.34.00

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, meluncurkan Program bernama Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO) untuk Myanmar di Jakarta, pada Kamis (31/08). (Foto: kemlu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, meluncurkan Program bernama Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO) untuk Myanmar di Jakarta, pada Kamis (31/08).

Program yang bertujuan untuk membantu masyarakat di Rakhine State, diprakarsai Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) dalam merespons Krisis yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Program HASCO bertujuan untuk memberikan bantuan bagi rakyat Myanmar, khususnya di Rakhine State, dalam bidang peningkatan kapasitas, pengiriman tenaga ahli, livelihood dan pemulihan.​ 

Program yang merupakan komitmen dari sebelas organisasi sosial kemasyarakatan ini akan dilaksanakan selama dua tahun. Bantuan senilai 2 juta USD tersebut diperoleh dari donasi masyarakat Indonesia yang telah terkumpul melalui lembaga anggota AKIM.

"Tujuan utama program kami adalah terpenuhinya kebutuhan dasar bagi masyarakat di Rakhine State terkait dengan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kebutuhan lainnya," kata Ketua Pelaksana AKIM, Ali Yusuf.

Sementara itu, Retno menyampaikan dalam sambutannya bahwa program HASCO menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Pemerintah dan organisasi sosial kemasyarakatan dalam menjalankan komitmen untuk mendukung negara-negara sahabat yang membutuhkan bantuan.

Diapresiasinya, komitmen Mer-C, PMI, Walubi, dan PKPU untuk berkontribusi bagi pendirian rumah sakit/health center di Rakhine State. Rumah sakit dibangun untuk membantu proses rekonsiliasi dan pemulihan di daerah tersebut.

Bantuan ke Rakhine State ini merupakan model bantuan internasional yang partisipatif dan inklusif. Hal ini sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Advisory Commission on Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan.

Ditegaskannya, komitmen Indonesia yang tinggi untuk mendukung upaya Myanmar dalam mewujudkan reformasi, rekonsiliasi dan pembangunan inklusif di Myanmar. Indonesia juga senantiasa mendorong untuk memperkuat proses demokrasi di Myanmar.

"Indonesia sangat prihatin terhadap situasi keamanan dan menyesalkan jatuhnya korban jiwa di Rakhine State," ujar Retno.

Menyikapi kejadian di Rakhine State pekan lalu, Indonesia terus melakukan kerja sama intensif dengan Pemerintah Myanmar. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan mendorong semua pihak untuk menghentikan aksi kekerasan, utamanya di Rakhine State.

Sikap Indonesia mengundang apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Kofi Annan.

"Beliau (Kofi Annan) mendukung pemerintah Indonesia yang sangat aktif dalam melakukan constructive engagement untuk membantu pemerintah Myanmar dalam menangani situasi di Rakhine State," tambahnya.

Sampai saat ini, Indonesia telah memberikan bantuan berupa pembangunan empat buah sekolah senilai USD.1 juta di komunitas Muslim dan Buddha di Rakhine State yang diresmikan pada tahun 2014, 10 buah kontainer berisi makanan dan pakaian yang diluncurkan oleh Presiden RI pada Desember 2016, serta pembangunan dua buah sekolah di Sittwe, Rakhine State yang diresmikan pada bulan Januari 2017. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar