Bupati Tapsel: Jadikan Semangat Qurban Sebagai Wadah Pemersatu Ummat

Redaksi: Sabtu, 02 September 2017 | 17.38.00

Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu didampingi Wakil Pembina Yayasan H. Hasan Pinayungan Pasaribu Drs. H. Panusunan Pasaribu saat menyaksikan peyembelihan hewan qurban  di Desa Tanjung Rompa Kecamatan Marancar,Kabupaten Tapsel, Jum,at (1/9).  (Foto : Riswandy)



TAPSEL| HARIAN9
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M Pasaribu menyerukan bahwa semangat qurban dapat dijadikan sebagai wadah pemersatu ummat khususnya di Kabupaten Tapsel yang masyarakatnya memiliki keberagaman etnis dan agama.

“Tujuan dari pelaksanaan qurban adalah sebagai wadah pemersatu ummat dan melihat langsung kondisi masyarakat,” ujar Syahrul M Pasaribu usai melaksanakan shalat Idul Adha 1438 H/2017 M bersama masyarakat di Mesjid Al-Ikhsan Desa Tanjung Rompa Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel, Jumat (1/9)

Disampaikannya, semangat qurban agar dijadikan inspirasi dan dorongan untuk intropeksi, mawas diri dan koreksi sejauh mana diri kita mampu berkorban untuk sesama dan berkorban untuk daerah kita.

“Inspirasi untuk rela berkorban tidak hanya bersumber dari Al Qur’an tapi juga kalau ingin makmur maka memerlukan biaya, pengorbanan, karena hidup adalah perjuangan perjuangan memerlukan pengorbanan,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, pelaksanan shalat Idul Adha di Mesjid Al-Ikhsan Desa Tanjung Rompa Kecamatan Marancar,Kabupaten Tapsel,dimulai pukul 07.30 Wib dan bertindak sebagai Imam Nurhasyim Lubis dan Khotib Viktor Pardomuan serta Bilal Pardomuan Hutapea.

Dalam pesan khotbahnya Viktor Pardomuan menyampaikan bahwa hari ini adalah kesempatan kepada kita yang masih mempunyai kedua orangtua yang masih hidup agar meminta maaf atas segala dosa yang pernah kita lakukan dan untuk kedua orangtua yang sudah pergi mendahului kita agar memintakan ampun kepada Allah SWT.

Khotib juga menyampaikan uraian hikmah Idul Adha, diantaranya adalah berbagai kisah ujian berat Nabi Ibrahim dari Allah SWT, bagaimana Nabi Ibrahim lulus dari ujian orangtua yang bukan seorang muslim dan juga lulus diuji dengan istrinya, di mana Nabi Ibrahim 86 tahun tidak dikaruniai anak dan selama itu pula beliau berdoa dan setelah doanya diijabah oleh Allah dan memiliki anak yang bernama Ismail, kemudian Allah menguji beliau agar anaknya Ismail disembelih dan beliaupun melaksanakannya hingga Allah mengganti Ismail dengan seekor kibas

Usai shalat Idul Adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban dihadiri Wakil Pembina Yayasan H. Hasan Pinayungan Pasaribu Drs. H. Panusunan Pasaribu, Kepala BKD Ahmad Suaib Harianja, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar S.Sos, Camat Marancar Arman Pasaribu S. Sos, serta Kepala Desa Tanjung Rompa Marasonang Napitupulu. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar