Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu Imbau Geberasi Muda Tidak Lupakan Sejarah

Redaksi: Kamis, 21 September 2017 | 14.56.00

Anggota Komisi II DPR-RI, Rambe Kamarul Zaman menyerahkan cideramata kepada Kapolres Tapsel AKBP Moh. Iqbal Harahap, S.Ik, usai menghadiri kegiatan FGD, di Hotel Mega Permata, Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Rabu (20/9). (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu, meminta kepada generasi bangsa saat ini agar jangan sekali-kali melupakan sejarah bangsa, terutama sejarah ideologi Pancasila.

“Saya imbau agar seluruh generasi bangsa agar tidak pernah melupakan sejarah, terutama ideologi Pancasila yang sudah mendasari bangsa selama ini,” ujar Syahrul M Pasaribu ketika menghadiri kegiatan Fokus Group Discussion (FGD), di Hotel Mega Permata, Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Rabu (20/9). 

Diskusi yang mengambil thema “Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara dalam UUD Negara RI 1945” FGD ini dihadiri Anggota Komisi II DPR-RI, Rambe Kamarul Zaman, Kapolres Tapsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Moh. Iqbal Harahap, S.Ik, Sekretaris Daerah Tapsel, Parulian Nasution, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Prof. DR. H. Ibrahim Siregar, MCL, anggota DPRD Tapsel Ali Adnan Nasution, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution, Kepala Bagian Humas dan Protokol  Pemkab Tapsel Isnut Siregar dan dua puluh orang peserta diskusi.


Lebih kanjut Syahrul menyampaikan, sesuai dengan kemajuan zaman dan  suasana yang semakin kompetitif, Pancasila saat ini hanya bisa diucapkan, tanpa memahami makna yang terkandung di dalamnya, ssementara Pancasila adalah Dasar Negara kita

“Saat ini Pancasila hanya bisa dihafalkan saja, namun, belum tentu dapat memaknainya. Tentunya di era keterbukaan ini pola pikir yang seperti itu harus dirubah, sehingga kita tidak sampai melupaknnya,“ jelasnya.

Dijelaskannya, Pancasila merupakan sumber tertib hukum yang terjemahannya ada di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang sampai saat ini masih  dijadikan konsep bangsa, sehingga diperlukan penekanan terhadap seluruh komponen bangsa untuk tidak meninggalkan sejarah.

Dia juga mengingatkan kepada para peserta diskusi agar memberikan solusi untuk pemahaman Pancasila, sehingga, generasi yang akan datang tidak hanya bisa menghafal, tapi dapat memaknai dan menjalankan Pancasila.

“ Ini tugas kita bersama dan saya berharap agar kegiatan diskusi ini menghasilkan solusi yang mampu memberikan pencerahan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah bangsa,” tandasnya.

Sementara anggota Komisi II DPR-RI, Rambe Kamarul Zaman mengatakan, kegiatan-kegiatan diskusi tentang ideolagi Pancasila sudah menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarah, salah satunya tentang dasar-dasar ideologi yang sudah dicetuskan dan dibuat oleh para pendiri Negara dan kegiatan ini merupakan agenda DPR-RI setiap tahunnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 
                                                                                    




Komentar