Dari Daerah Rawan Pangan Menjadi Daerah Aman Pangan

Redaksi: Sabtu, 30 September 2017 | 10.41.00

Irjen Pertanian Justan Riduan Siahaan selaku Penanggung Jawab Upsus Wilayah DIY hadir mendampingi Gubernur DIY Hamengku Buwono X dalam Acara Ekspose Keberhasilan Program 8 Desa Percontohan Dalam Upaya Mempercepat Pengurangan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan, Kamis (28/09). (Foto: kementan)


GUNUNG KIDUL| HARIAN9 
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan selaku Penanggung Jawab Upsus Wilayah DIY hadir mendampingi Gubernur DIY Hamengku Buwono X dalam Acara Ekspose Keberhasilan Program 8 Desa Percontohan Dalam Upaya Mempercepat Pengurangan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan, Kamis (28/09).

Dalam upaya mewujudkan Program Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk membangun Desa Percontohan Pengentasan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan di Daerah Pedesaan, Pemerintah Daerah melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten dan didukung BPTP DIY Balitbangtan telah berhasil melakukan upaya peningkatan produksi padi di kawasan lahan tadah hujan dengan memanfaatkan kearifan lokal dan inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan pertanian. 

Salah satu contohnya adalah pendampingan dan pengawalan budidaya padi di musim kemarau pada lahan tadah hujan di kawasan perbukitan yang dikelola Kelompok Tani di Dusun Sedono, Pundungsari, Semin, Gunung Kidul.

Keberhasilan tersebut secara simbolis digelar panen padi oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X, Inspektur Jenderal Kementan Justan Riduan Siahaan, Bupati Gunung Kidul Badingah, Kapolda DIY, Danrem 072/Pmk, Kadistan DIY, Kepala BKPD DIY, Kepala BPTP, Kementerian PDTT, Badan POM RI. 

Dari hasil panen tersebut diperoleh hasil Gabah Kering Panen Varietas Inpari 19 adalah 9,95 ton/ha dan Inpari 30 adalah 10,18 ton/ha.

Dalam sambutannya Hamengku Buwono X berpesan bahwa jaringan sinergi lintas aktor dan sektor ini akan dijadikan sebagai salah satu model pilihan penanggulangan kemiskinan di DIY. 

Karena sebuah lompatan besar yang bisa mengubah status 8 desa rawan pangan menjadi aman pangan menuju lumbung pangan. Beliau juga mengapresiasi Desa Pundungsari telah mampu meningkatkan produksi padi sekitar 10 ton/ha. 

Desa percontohan ini akan direplikasikan ke desa lain untuk dikembangkan secara kreatif, inovatif dan berkelanjutan. (kementan/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar