DIPERTANYAKAN, KETEGASAN WALIKOTA BATAM TERKAIT PELEBARAN JALAN DI DEPAN HOTEL ASTON PELITA

Redaksi: Sabtu, 30 September 2017 | 16.13.00

Kebijakan Wali Kota Batam, Rudi, masih dinilai tebang pilih terhahap Hotel Aston di kawasan tersebut. Pelebaran jalan yang dilakukan jika diambil lurus, seharusnya mengenai halaman hotel. (Foto: Agus Jurnalis)

BATAM| HARIAN9
Pembangunan di Kota Batam terutama untuk pelebaran jalan terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya, jalan yang berada di kawasan Pelita.

Namun kebijakan Wali Kota Batam, Rudi, masih dinilai tebang pilih terhahap Hotel Aston di kawasan tersebut. Pelebaran jalan yang dilakukan jika diambil lurus, seharusnya mengenai halaman hotel.

Sekjen LSM Batam Monitoring, Lamsir L Raja, menyayangkan hal tersebut. Bahkan informasi yang didapat, pihak Aston juga akan membayar retribusi agar halaman hotel tidak dipangkas.

"Ini yang disayangkan. Seharusnya halaman hotel itu dipangkas untuk jalan. Tapi malah dibiarkan dan malah kabarnya akan diberikan izin dengan membayar retribusi. Ini kan kebijakan yang pilih kasih," ungkap Lamsir, Sabtu (30/9/2017).

Alasan ia menilai kebijakan yang pilih kasih, jika dibandingkan dengan hotel kuning kawasan Windsor. Halaman parkir hotel tersebut justru tetap dipangkas untuk pelebaran jalan.

"Dua hotel ini sama-sama dibangun di pinggir jalan. Satu dipangkas, dan satu tidak. Padahal sama-sama harus terkena pelebaran jalan," tegasnya.

Diharapkannya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terutama Wali Kota Batam, tidak tebang pilih. 

"Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya tentang kebijakan yang dikeluarkan, karena tidak adil," pungkasnya. (ag9)
Editor: Mardan H Siregar









Komentar