Dua Tersangka Curanmor "Dihadiahi" Timah Panas

Redaksi: Selasa, 05 September 2017 | 02.36.00

Dua tersangka curanmor yang ditembak polisi di masing-masing kaki para tersangka saat menjalani perawatan di RSUD Padangsidimpuan, baru-baru ini.  (Foto: Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) yang sering beroperasi di Kota Padangsidimpuan tersungkur setelah kaki masing-masing tersangka "dihadiahi" timah panas oleh anggota Sat Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Padangsidimpuan karena mencoba melawan ketika hendak ditangkap.

Ke dua tersangka spesialis curanmor tersebut masing-masing R (23), warga Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Marulak, Kota Tebing Tinggi  yang ditembak di kaki kirinya dan RN (20), warga Sinonoan, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal yang ditembak di kaki kanannya. 

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP. Zul Efendi, Senin (4/9) mengatakan, penangkapan ke dua tersangka curanmor tersebut berdasarkan LP No.381/VIII/2017/SU/Psp tanggal 31 Agustus 2017 atas nama pelapor Muara Ahmad Pandapotan Siregar yang kehilangan sepeda motor di sebuah warung Jaya Utama milk Salman Ahmad Paris di Jalan Sudirman Kelurahan  Kayu Ombun Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Padanfsidimpuan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk salah satu pelaku R warga Lingkungan II Kelurahan Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi, yang  selama ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari hasil pengembangan, pelaku R tidak “main” sendirian. Ia “bernyanyi” dan memberikan informasi bahwa ada seorang lagi temannya RN warga Dusun Tangga Bosi Desa Sinonoan Kecamatan Siabu Kabupaten Madina.

Selanjutnya personil Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan membawa tersangka R guna menunjukkan kediaman RN. Tidak berama lama kemudian RN berhasil dibekuk dikediamannya, namun saat hendak dibawa ke Polres Padangsidimpuan, salah seorang tersangka mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, namun tersangka tetap melakukan perlawanan.

Tidak ingin ambil resiko, petugas akhirnya melumpuhkan ke dua tersangka dengan menghadiahi timah panas ke kaki masing-masing tersangka. 

Setelah kedua pelaku tak berkutik, selanjutnya petugas membawa kedua tersangka ke umah sakit Umum daerah (RSUD) Padangsidimpuan dan selanjutnya dibawa ke Polres Padangsidimpuan guna penyidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangka kita lumpuhkan karena mencoba melawan petugas dan setiap pelaku curanmor memang harus ditindak tegas, karena kasus curanmor ini sudah sangat meresahkan masyarakat,“ ujar Kasat.

Kasat menambahkan, dari pengakuan ke dua tersangka, kejahatan curanmor yang mereka geluti sudah dilakukan mereka sebanyak 15 kali, dengan sasaran di Kota Padangsidimpuan dan di Kabupaten Madina sebanyak 5 kali.

“Curanmor yang mereka lakukan sejak Agustus 2017 lalu, kemudian sepeda motor curian mereka jual ke luar kota Padangsidimpuan, diantaranya ke Kota Tebing Tinggi dan uang hasil kejahatan mereka pergunakan untuk foya foya dan minum minum bersama cewek di salah satu cafĂ©,“ jelas Kasat.

Ditambahkannya, untuk mengungkap jaringan kejahatan curanmor ini pihaknya masih terus mengorek keterangan dari ke dua tersangka  dan melakukan pendalaman, mengingat kasus ini cukup menonjol. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar