Harga Beras Premium Turun 50 Persen

Redaksi: Rabu, 20 September 2017 | 06.42.00

Ilustrasi

JAKARTA| HARIAN9 
Langkah berani Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dalam menata  perberasan telah menuai hasil.  Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras ini merupakan terobosan baru yang belum pernah dilakukan selama ini. Kebijakan ini terbukti efektif dan dipatuhi para pedagang di ritel dan pasar.

Sejumlah pusat belanja modern di DKI Jakarta telah menaati Peratuan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras. 

Peraturan tersebut  berlaku efektif  mulai Senin, 18 September 2017. Hasilnya, harga beras premium turun mencapai 50 persen, dari yang semula Rp.22 ribu hingga Rp.36 ribu per kg, turun menjadi Rp.12.800 per kg.

Terkait hal ini, Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soediki, menerangkan harga beras di ibu kota stabil di hari pertama penerapan HET. Contohnya, kualitas medium dijual Rp.8.900-9.000/kg.

"Untuk premium, yakni Rp.9.400/kg hingga Rp.10.500/kg. Masalah stok, juga masih stabil," jelas Nellys di Jakarta, Senin (18/09).

Sebelumnya, Nellys juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintah melalui aturan HET beras. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah mewujudkan sistem ekonomi berkeadilan.

"Semua kebijakan pro-kontra, ada. Tapi, saya lihat ada semangat efektivitas dalam kebijakan HET. Efektif selama di-manage dengan baik dan tidak memberikan kebebasan mengambil untung sebesar-besarnya," katanya beberapa saat lalu.

Bicara beras, sambung Nellys, tidak bisa dibahas secara parsial, melainkan menyeluruh dari hulu hingga hilir dan mempertimbangkan petani, pedagang, dan petani. 

"Harga terlalu tinggi kasihan konsumen, kalau rendah kasihan petani," ungkap pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta ini.

Bagi Nellys, harga yang dipatok pemerintah untuk beras medium dan premium pada Permendag  57/2017 yang dikeluarkan 24 Agustus 2017 yang lalu, tidak memberatkan pedagang, tak merugikan petani, dan membuat konsumen nyaman. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar