Honor Guru dan Tenaga Kontrak Lainya Belum Layak

Redaksi: Kamis, 21 September 2017 | 14.01.00



BANDA ACEH| HARIAN9
Anggota Badan Anggaran DPRA Nurzahri, S.T., mengatakan kepada wartawan, pihaknya tetap meminta Tim Anggaran Pemerintah Aceh untuk mengalokasikan dana honor (honorarium) 11.392 tenaga guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya sesuai Upah Minimum Provinsi, Rabu (20/09/2017).

"Honorarium yang dialokasikan Gubernur melalui Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (KUPA PPASP) tahun 2017, untuk guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya sangat tidak layak," katanya.  

Dalam Rancangan KUPA PPASP tahun 2017, Gubernur mengalokasikan honorarium guru kontrak SMA/SMK Rp.15 ribu per jam pelajaran dan Rp.500 ribu Rupiah per bulan dibayar untuk tenaga kontrak lainnya, seperti penjaga sekolah, petugas kebersihan atau pesuruhlainya.

“Sangat tidak layak bila Rp.15 ribu per jam pelajaran untuk guru kontrak dan Rp.500 ribu per bulan untuk tenaga kontrak lainnya, untuk makan saja tidak cukup,” jelasnya kepada wartawan.

"Banggar DPRA tetap meminta agar honor guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya itu minimal sebesar UMP. TAPA mengatakan tidak ada sumber anggaran sehingga tadi malam (Selasa malam) pembahasan soal itu di-pending sementara,” tambahnya.

Sementara butuh dana sekitar Rp.250 miliar untuk honorarium guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya di lingkungan SMA/SMK jika dialokasikan sesuai UMP. 

"Anggaran yang sudah ada Rp.60 miliar sehingga butuh sekitar Rp.190 miliar lagi," lanjutnya.

Ditambahkannya, Karena ini menyangkut kesejahteraan guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya, mereka harus mendapatkan haknya secara layak. (man9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar