Husni Tewas Jatuh Dari Pohon Kelapa

Redaksi: Jumat, 15 September 2017 | 23.07.00

Istri korban tampak menangisi suaminya yang sudah meninggal dunia karena terjatuh dari pohon kelapa di areal perladangan miliknya di Lingkungan VI Sidobangun, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, Kamis (14/9) pukul 07.00 WIB. (Foto: Hermansyah)

PADANG TUALANG| HARIAN9
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Niat hati H. Husni Harahap (53) warga Lingkungan VI Sidobangun Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, bermaksud hendak memetik buah kelapa miliknya, malah berbuah petaka kepadanya. 

Suami dari Nurhadiha Spd (50) tewas terjatuh dari pohon kelapa di areal perladangan miliknya di Lingkungan VI Sidobangun, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, Kamis (14/9) pukul 07.00 WIB.

Terjatuhnya Husni, sempat membuat geger warga sekitar dan berhamburan memenuhi lokasi kejadian. Bahkan istrinya Nurhadiha tak sanggup menahan kesedihan. 

Wanita berhijab ini berteriak menangis histeris sembari memeluk tubuh sang suami yang sudah terbujur kaku. Kejadianyapun juga mengundang perhatian warga setempat dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian setempat. 

Petugas langsung memintai keterangan saksi dan melakukan olah tempat kajadian perkara (TKP). Karena ini merupakan musibah dan karena adanya permintaan dari pihak keluarganya. Akhirnya jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Menurut penuturan saksi Sabana (38), dirinya memang sempat melihat korban ke kebun. Bahkan melihat korban memanjat pohon kelapa. 

"Tadi memang aku lihat bapak Husni, ke kebun guna memanjat kelapa," kata Sabana.

"Awalnya,semua berjalan mulus dan dirinya sempat mendengar suara buah kelapa jatuh. Namun tidak berselang lama buah kelapa jatuh, korban juga terjatuh tepat dibawah pohon,"  paparnya.

Hal senada juga disampaikan Adillah (49). Di mana dirinya sempat melihat korban menuju kebun sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, selang beberapa saat kemudian, dirinya mendengar teriakan dan melihat korban sudah jatuh. 

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnol Hasibuan, membenarkan kejadian itu dan mengakui karena ini musibah, jenazah diserahkan ke keluarganya untuk disemayamkan. 

"Ini permintaan dari pihak keluarganya agar korban tidak usah di otopsi dan jenazah sudah disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya akan dikebumikan," tegas Arnol kepada Harian9 ketika konfirmasi saat bersama dalam ruang kerjannya, Jumat (15/9).
Editor: Mardan H Siregar










Komentar