Indonesia-Australia Bahas Implementasi Kesepakatan Bea Masuk

Redaksi: Rabu, 20 September 2017 | 16.35.00



JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo bertemu di kantor Kementerian Perdagangan RI hari ini, Rabu (20/9). 

Dalam pertemuan bilateral hari ini, Mendag Enggar dan Menteri Ciobo juga menindaklanjuti hasil kesepakatan dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di sela Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) di Pasay, Filipina, pada 10 September 2017 lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri mengumumkan rencana kesepakatan pemberlakuan penghapusan bea masuk produk herbisida dan pestisida asal Indonesia, serta penurunan bea masuk gula mentah asal Australia.

Menurut Enggar, kesepakatan ini merupakan hasil dari rangkaian pembahasan intensif yang bertujuan saling memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sektor bisnis di kedua negara.

Indonesia saat ini masih memerlukan impor gula mentah, antara lain untuk industri makanan dan minuman yang sebagian hasilnya ditujukan untuk ekspor. 

“Penurunan bea masuk gula mentah asal Australia ini bertujuan memberikan alternatif sumber impor yang lebih kompetitif dibanding bila bergantung hanya pada satu negara sumber. Dengan menurunkan bea masuk untuk gula mentah dari Australia ini, maka harga gula di pasar domestik dapat lebih dijangkau dan produk makanan dan minuman Indonesia diharapkan dapat lebih berdaya saing, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional,” tegas Mendag Enggar.

Di sisi lain, Australia juga akan segera memberlakukan penghapusan bea masuk menjadi 0 persen untuk produk herbisida dan pestisida Indonesia. 

“Saat ini Australia menginformasikan bahwa penghapusan bea masuk atas kedua produk asal Indonesia tersebut, yang semula memiliki bea masuk sebesar 5 persen menjadi 0 persen, akan berlaku jika proses legalitas sudah terpenuhi. Penghapusan bea masuk tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor herbisida dan pestisida Indonesia ke Australia dan menjadikan produk Indonesia di pasar Australia lebih kompetitif,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo.

Ditambahkannya, kesepakatan ini merupakan salah satu wujud keseriusan kedua negara yang berupaya lebih meningkatkan perdagangan bilateral dengan prinsip saling menguntungkan. Kedua negara berkomitmen agar perundingan IA-CEPA dapat menghasilkan perjanjian perdagangan yang memberikan manfaat bagi kedua pihak,” tandas Iman. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar