Indonesia-Australia Sepakat Selesaikan IA-CEPA dan Pertukaran Tarif Bea Masuk

Redaksi: Rabu, 13 September 2017 | 14.45.00


PASAY| HARIAN9
Indonesia dan Australia sepakat menyelesaikan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun ini. Kesepakatan itu dicapai pada pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Steven Ciobo di sela Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-49 hari ini, Minggu (10/9), di Pasay, Australia. 

Pada pertemuan itu Ciobo meminta kesediaan Indonesia meningkatkan investasi dari Australia, khususnya di sektor infrastuktur, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan. Ciobo juga menyampaikan Indonesia perlu melakukan upaya agar para perawat Indonesia dapat memenuhi standar baik dalam bidang keahlian maupun bahasa, untuk memaksimalkan manfaat dibukanya sektor jasa perawat di Australia. 

Sementara itu, Mendag meminta Australia untuk membuka akses pasar bagi produk-produk utama dan unggulan Indonesia seperti Tekstil dan Produk Tekstil, serta CPO dan turunannya. “Kita akan terus mendorong agar dapat mencapai perjanjian perdagangan barang yang adil, seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” tegas Mendag. 

Kedua pihak sepakat membawa hal-hal menjadi perhatian masing-masing untuk dijadikan pertimbangan lebih lanjut sebagai hasil akhir dari pertemuan bilateral ini. Kesepakatan lain yang dicapai yaitu penurunan tarif bea masuk impor. 

“Indonesia menurunkan tarif bea masuk impor gula mentah bagi Australia menjadi sebesar 5%, sedangkan Australia menurunkan tarif bea masuk impor herbisida dan pestisida bagi Indonesia menjadi sebesar 0%. Pertukaran kesepakatan ini akan diimplementasikan dalam jangka waktu singkat,” jelas Direktur 

Menurut Iman, rencana pertukaran penurunan tarif gula mentah oleh Indonesia dan herbisida serta pestisida oleh Australia merupakan tindak lanjut dari pertemuan kepala negara pada bulan Februari di Sydney. “Kesepakatan ini nantinya akan dituangkan pada kerja sama AANZFTA,” ungkapnya. 

Sebelumnya, komitmen Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Asutralia-Selandia Baru (AANZFTA) untuk produk gula mentah dan turunannya adalah mengenakan tariff Most favored Nation (MFN), dengan tarif Rp550/kg dan Rp790/kg atau setara dengan 8%-13%.Sedangkan, untuk produk herbisida dan pestisida dari Indonesia, tarif bea masuk 
impor yang dikenakan Australia sebelumnya adalah sebesar 5%. 

Sementara itu pada Pertemuan AEM+3 (China, Jepang, dan Korea Selatan) dicapai komitmen untuk meningkatkan keterbukaan dan inklusivitas menuju pertumbuhan perekonomian yang memiliki daya tahan dan berkontribusi terhadap kemakmuran kawasan regional. 

Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen yang mewakili Menteri Perdagangan China Zhong Shan; Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko; dan Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Kim Hyun-chong. 

China, Jepang, dan Korea Selatan mengakui perkembangan integrasi ekonomi ASEAN melalui cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025 dan berkomitmen meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi dengan ASEAN. Para Menteri mencatat sejumlah proyek untuk meningkatkan perdagangan dan investasi, termasuk proposal China untuk mengembangkan konektivitas rantai pasok kawasan yang mencakup Negara negara di ASEAN dan Plus 3 serta menugaskan para negosiator untukmembahas proposal ini lebih lanjut sehingga dapat dijadikan deliverables ASEAN pada Pertemuan ke-20 KTT ASEAN Plus Three pada November mendatang. 

Selain itu, dibahas pula perkembangan East Asia Business Council (EABC) yang fokus pada “Pengembangan Inklusif bagi UMKM melalui e-commerce dan RCEP”. “Para Menteri meminta EABC melanjutkan upaya mendukung pengembanganan UMKM agar mereka mampu menangkap peluang pemasaran melalui ekonomi digital, mendapatkan kemudahan bisnis, dan berpartisipasi 
dalam RCEP,” imbuh Mendag. 

Total perdagangan barang antara ASEAN dengan China, Jepang, Korsel pada 2016 sebesar USD 694,2 miliar atau 31% dari total perdagangan ASEAN. Adapun nilai investasi langsung dari ketiga negara tersebut ke ASEAN pada 2016 sebesar USD 29,1 miliar atau sekitar 30,1% dari total investasi di ASEAN. (rel/01)

Komentar