Indonesia, China dan India Miliki Pasar potensial

Redaksi: Sabtu, 30 September 2017 | 17.12.00



JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menanggapi laporan World Economic Forum (WEF) terkait Global Competitiveness Index 2017-2018 di Jakarta, Sabtu (30/9).

Ditambahkannya, Indonesia bersama dengan China dan India memiliki pasar potensial yang sedang tumbuh pesat dan dapat menjadi pusat inovasi untuk mengimbangi perekonomian negara. 

“Kami melihat, inovasi menjadi kunci sukses bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, termasuk di sektor industri. Inovasi membuka lebih banyak peluang untuk mengembangkan industri,” jelasnya.

Menurut WEF, negara akan memperoleh keuntungan dari hasil inovasi apabila mampu mengakselerasi kesiapan pelaku bisnis dan masyarakat untuk mengadopsi teknologi baru. 

Apalagi, Indonesia memiliki kekuatan dalam pengembangan inovasi melalui institusi riset, peningkatan anggaran perusahaan untuk R&D, kolaborasi universitas dan industri, belanja pemerintah untuk produk teknologi mutakhir, penambahan jumlah peneliti dan insinyur, serta aplikasi paten.

Dalam penilaian pilar kecanggihan bisnis, juga ditunjukkan pada pengembangan klaster. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian berperan dalam upaya pengembangan perwilayahan industri. Langkah ini sebagai wujud nyata dalam memacu pemerataan ekonomi secara inklusif. 

“Untuk mendorong penyebaran industri yang merata sekaligus mewujudkan Indonesia sentris, kami telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa,” tutur Airlangga.

Berdasarkan data WEF, pasar Indonesia diakui sangat potensial, yang merupakan ukuran pasar terbesar dengan peringkat ke-9. Untuk itu, perlu membangun kemampuan ekonomi untuk mengoptimalkan pasar tersebut. 

Dalam hal ini, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, sekitar 93,4 juta orang di antaranya adalah pengguna internet.

“Kami telah mengajak kepada para pelaku usaha nasional khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Oleh karenanya, salah satu program prioritas Kemenperin adalah pengembangan IKM dengan platform digital melalui e-Smart IKM.

“e-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Tujuannya untuk semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing,” paparnya. (kemenperin/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar