Indonesia dan Namibia Sepakat Tingkatkan Perdagangan

Redaksi: Rabu, 20 September 2017 | 07.33.00

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, lakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB 2017 di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9). (Foto: kemlu)


NEW YORK| HARIAN9 
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, lakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB 2017 di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9).

“Indonesia akan meningkatkan kerja sama ekonomi Namibia, termasuk melalui Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan SACU,” ujar Retno.

Kedua Menlu sepakat untuk untuk memperkuat perdagangan bilateral kedua negara yang belum tergali dengan baik. PTA antara Indonesia dengan Southern African Customs Union (SACU) diharapkan mampu menurunkan tarif dan mendorong peningkatan perdagangan bilateral. 

Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan Namibia, selaku anggota SACU, atas proposal PTA yang diajukan Indonesia. 

Lebih lanjut, disampaikan Retno perlunya mendorong pertukaran antara pelaku bisnis kedua negara, termasuk dengan meningkatkan kehadiran pengusaha kedua negara pada pameran dagang di negara masing-masing. 

“Saya mengundang Namibia untuk dapat berpartisioasi pada event-event yang kita selenggarakan seperti Trade Expo 2017 di Jakarta, dan Indonesia-Africa Forum di Bali pada April 2018 mendatang,” jelasnya.

Disampaikannya, pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode tahun 2019-2020. Indonesia berkomitmen penuh untuk menegakkan prinsip dan tujuan dari UN charter dan Indonesia juga mempertahankan prannya sebagai pembangun jembatan di antara negara-negara anggota PBB. 

Hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada tahun 1991, setahun setelah Namibia merdeka. Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2016 mencapai USD.4.01 juta. 

Tren perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir mengalami tren positif sebesar 0.42 persen. Komoditas ekspor utama Indonesia antara lain kertas, sabun, ikan kemasan, furnitur dan ban. 

Sebagai terobosan, Indonesia akan menawarkan Namibia produk-produk industri strategis seperti pesawat terbang, kapal, lokomotif dan sebagainya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar