Indonesia Gencarkan Promosi Digital untuk Raih Pasar Italia

Redaksi: Rabu, 13 September 2017 | 06.25.00



MILAN| HARIAN9
Dalam upaya meningkatkan promosi Indonesia di Italia, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan merambah dunia digital dengan meluncurkan aplikasi Europe in Your Hand (EIYH). Aplikasi ini merupakan program promosi digital berbasis teknologi Augmented Reality (AR). 

Teknologi AR sudah sangat dikenal dan trending di Eropa. Aplikasi EIYH dapat diinstal di telepon pintar  berbasis andoid maupun ios melalui Google Play Store dan Apple Store. Kepala ITPC Milan Agung Pramudya FR menjelaskan bahwa pengguna aplikasi ini dapat memindai foto yang sudah berbasis AR, nantinya akan muncul informasi dalam bentuk video atau situs web. Dengan aplikasi EIYH, pengguna dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk-produk Indonesia. 

"Pebisnis Italia yang ingin mendapatkan informasi lebih menyeluruh mengenai produk Indonesia hanya perlu mengunduh aplikasi EIYH dengan cara memindai gambar produk yang terdapat di interior desain trem," jelas Agung di sela acara launching teknologi AR tersebut di Piazza Castello Milano, Jumat lalu (8/9/2017). 

Agung menambahkan, dengan adanya teknologi ini, kantor ITPC Milan dapat menjembatani pelaku bisnis di Italia dan Indonesia, begitu juga sebaliknya. 

“Saat ini kami sedang menghimpun sebanyak-banyaknya informasi mengenai perusahaan dan produk Indonesia untuk dimasukkan ke dalam database kami. Bagi perusahaan Indonesia yang ingin profil dan produknya masuk ke dalam sistem ini, dapat menghubungi kantor kami,” tutur Agung. 

Dengan teknologi AR ini, ITPC Milan juga mempromosikan acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 melalui konten yang terdapat pada aplikasi EIYH. Acara TEI 2017 akan dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten pada 11-15 Oktober 2017 mendatang. 

Agar keberadaan aplikasi ini dapat diketahui oleh pelaku bisnis di Italia, maka ITPC Milan mempromosikan EIYH secara khusus pada iklan yang ada pada badan trem, khususnya trem nomor 27 dan 16 di Milan. Kedua jalur trem ini melintas di jalur strategis dan melewati lokasi bersejarah seperti Duomo, Kawasan Bisnis Via Torino, Kantor Kamar Dagang Milan di Via Meravigli, Palazzo di Giustizia, Largo Augusto, Corso Porta Vittoria, Stasiun Kereta Porta Vittoria, lalu Corso Magenta yang masyhur karena terdapat Gereja 
Santa Maria Della Grazie yang menjadi tuan rumah lukisan mural karya Leonardo da Vinci, “The Last Supper”, dan trem ini berakhir di stadion terkemuka San Siro. 

Konsep desain promosi pada badan trem kali ini ditekankan pada produk kelapa sawit berkelanjutan untuk biodiesel sebagai sumber energi yang ramah lingkungan di masa depan (La sostenibilit√† per il tuo futuro). 
Selain itu terdapat produk etnik asal Indonesia yaitu ukiran Jepara dan batik tulis. Konsep desain ini merupakan perpaduan antara budaya dan gaya yang direalisasikan melalui frase “Quando la cultura incontra lo stile” (ketika budaya bertemu dengan gaya). http://www.kemendag.go.id/files/images/links/100-love-indonesia1372404816.jpg

Media promosi di trem nomor 16 yang baru diluncurkan ini, didesain oleh desainer grafis asal Italia, Elisa Crippa. Untuk konten promosi batiknya, ITPC Milan didukung oleh desainer asal Indonesia Monthi Rosselini. Monthi menilai saat ini batik telah berkembang dengan pesat di dunia fashion dan ingin mendorong agar batik semakin dikenal secara global sebagai hasil budaya asli Indonesia. 

Peresmian program promosi digital berbasis teknologi AR ini dipimpin langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia, Cyprus, Malta, San Marino, dan Organisasi PBB, Esti Andayani. Peresmian juga dihadiri oleh Direktur Kamar Dagang Italia untuk Asia Tenggara Roberto Zobbi, Fungsi Ekonomi Aries Asriadi, Atase Perdagangan di Roma Sumber Sinabutar, serta perwakilan masyarakat diaspora Indonesia yang bermukim di Italia. Peresmian ini dimeriahkan dengan tarian bali oleh seniman Italia Enrico Masseroli. 

Agung menyatakan, Dubes Esti mengaku optimis pada situasi perdagangan Italia yang memperlihatkan tren positif. 

“Saya optimis, kondisi perdagangan Italia dan Indonesia akan naik sekitar 15-25%, karena periode Januari-Juni 2017 saja sudah naik 21,6%. Sementara itu, diharapkan pada semester selanjutnya akan membaik,” ujarnya. 

Dubes Esti melanjutkan, tren yang membaik ini diyakini berkaitan langsung dengan aktivitas promosi yang dilakukan oleh ITPC Milan dan KBRI Roma, antara lain memasang poster di stasiun dan di dalam trem, mengikuti pameran, menyelenggarakan seminar, dan lain sebagainya. 

“Tahun ini, promosi media luar ruang juga kami lakukan di tiga kota yaitu Milan, Roma, dan Napoli dengan membawa tema sesuai fokus kerja kita yaitu produk 3F (food, fashion dan furniture). Kami juga berpromosi di bidang pariwisata, terutama mempromosikan komodo dengan membawa tema 'I Draghi non vivono soltanto nelle favole' (Para naga tidak hanya hidup dalam dunia dongeng),” tambahnya. 


Upaya promosi ITPC Milan di Italia terutama melalui trem 27 yang dimulai tahun lalu dan keikutsertaan pelaku usaha mengikuti berbagai pameran produk Indonesia di Italia. Menurut Agung, kegiatan ini telah memberikan hasil nyata, terlihat dari keberhasilan perusahaan Indonesia, HADE Corporation Indonesia yang setelah mengikuti kegiatan promosi bersama ITPC Milan mendapatkan pesanan CPO ke Italia sebanyak enam ribu ton/dua bulan sekali. Selain itu, permintaan ekspor limbah kelapa sawit/Palm Oil Mills 
Effluent (POME) ke Spanyol sebanyak dua ribu ton/bulan dengan kontrak minimal satu tahun. Kedua permintaan tersebut untuk digunakan sebagai biodiesel dari bahan bakar nabati (BBN) minyak sawit. Chief Commercial Officer HADE Corporation Indonesia, Agie Priakbar mengatakan pesanan ini didapat dari keikutsertaannya dalam pameran bersama ITPC. 

Atase Perdagangan di Roma, Sumber Sinabutar menambahkan, pada bulan Juni 2017, PT. Great Giant Food telah berhasil memasukkan nanas segar asal Lampung ke pasar Italia sebanyak 18 ton melalui importir Italia bernama SAMA SpA. Perusahaan SAMA SpA., sangat puas dengan hasil perdana, dan akan melanjutkan impor dengan jumlah besar pada tahun ini. Selain nanas segar, produk nanas kaleng Indonesia telah lebih dahulu memasuki pasar Italia. Nanas kaleng ini dapat dibeli di super market Carrefour yang ada di Italia. 

Saat ini produk unggulan asal Indonesia yang paling diminati oleh para Importir Italia adalah kelapa sawit serta turunannya. Berdasarkan data per Desember 2016, Italia mengimpor kelapa sawit serta turunannya dari Indonesia dengan nilai sebesar USD 642,03 Juta atau sekitar 34,97% dari total nilai impor Indonesia ke Italia yang sebesar USD 1.835,91 juta. 

Produk lain yang juga berhasil mendapat perhatian importir Italia adalah produk ikan tuna. Pada acara Indonesian Business Night ang diselenggarakan ITPC Milan bulan Juni lalu, perusahaan asal Milan yaitu ISJ Internasional Srl menyampaikan minatnya untuk mengimpor ikan tuna dari Indonesia. Selain itu, Comavicola Srl juga menyampaikan ketertarikannya untuk mengimpor cumi-cumi dari Indonesia.  Produk Indonesia unggulan lainnya yang diminati importir Italia adalah alas kaki dengan nilai impor sebesar 
USD 88,21 juta, batu bara USD 79,79 juta, kopi USD 70,83 juta, serta karet USD 41,60 juta. 

Agung mengatakan, hubungan bisnis antara Indonesia dan Italia kerap tersendat karena menghadapi kendala antara lain produk Indonesia tidak seluruhnya memenuhi standar Uni Eropa. Sebagai contoh, pada proses pencarian seller CPO asal Indonesia oleh VEOS Spa, pihak importir mengharuskan CPO asal Indonesia bersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Sementara itu, standar tersebut belum diterapkan di seluruh produk CPO asal Indonesia. Kendala kedua adalah konsistensi standar 
kualitas produk yang diekspor ke Italia masih belum maksimal. 

"Para pengusaha Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar Uni Eropa, sehingga produk Indonesia dapat dipercaya oleh pebisnis internasional," jelas Agung. 

Milan merupakan kota pusat perdagangan dan ekonomi di Italia, setidaknya ada 300 ribu bisnis beroperasi di kota ini. Dengan jumlah populasi di dalam kota mencapai 1,3 juta jiwa dan 4,3 juta jiwa di sekitarnya menjadikan Milan sebagai salah satu kota terkaya di Italia. Milan bahkan menjadi kota terkaya ke-4 di Uni Eropa dengan Produk Domestik Bruto mencapai sebanyak USD 312 milliar. Dari seluruh populasi, hampir sepertiga penduduk bekerja di bidang manufaktur dan sebagian lain di bidang pertanian. (rel/01)


Komentar