Indonesia Komitmen Dukung Pembangunan Global Melalui G-77

Redaksi: Minggu, 24 September 2017 | 11.41.00

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi, pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-41 Kelompok 77 dan China (G-77) yang dilangsungkan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB (22/9). (Foto: kemlu)


NEW YORK| HARIAN9
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi, pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-41 Kelompok 77 dan China (G-77) yang dilangsungkan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB (22/9). 

“Solidaritas yang kuat di antara anggota telah membantu negara-negara anggota G-77 mencapai prioritas pembangunan,” jelas Retno.

Disampaikannya, bahwa sejak berdiri G-77 telah memainkan peran penting dalam pembangunan global. G-77 secara aktif terlibat dalam perumusan dan penerapan resolusi dan keputusan penting terkait isu-isu pembangunan di PBB. 

Dalam pertemuan yang mengangkat tema pembiayaan untuk pembangunan dan peran G-77 dalam pemajuan implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 itu, Retno menyatakan bahwa tantangan pembangunan semakin beragam dan kompleks.

“Tidak ada solusi pembangunan yang one size fits all, kerena setiap negara memiliki kapasitas sumber daya alam, manusia dan institusi, serta tingkat perkembangan yang berbeda-beda,” tegasnya.

Dalam menghadapi tantangan pembangunan tersebut, Retno menekankan enam prioritas kunci G-77 di masa depan. Pertama, G-77 harus tetap menjadi koalisi tawar-menawar yang kuat untuk mencapai kepentingan bersama negara-negara berkembang dalam berbagai isu.

Dalam hal ini persatuan dan relevansi kelompok sangat penting. Kedua, G-77 harus berada di garis depan untuk mendorong implementasi komitmen Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim. Ketiga, G-77 harus memperkuat proses tindak lanjut Pembiayaan untuk Pembangunan melalui kerja sama internasional.

Keempat, G-77 harus menjadi ujung tombak pelaksanaan Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda). Kelima, G-77 perlu mendorong kemitraan global yang direvitalisasi untuk menindaklanjuti hasil dan komitmen 2017 Ocean Conference. Keenam, G-77 harus menjadi contoh pelaksanaan Kerja Sama Selatan-Selatan yang dimulai melalui kerja sama di dalam Kelompok.

Ditekankannya, kesiapan Indonesia, sebagai negara kepulauan, dalam membantu negara-negara berkembang lainnya, terutama negara-negara kepulauan kecil.

“Untuk mewujudkan tindak lanjut konkret 2017 Ocean Conference, Indonesia siap membantu negara-negara berkembang melalui pengembangan kapasitas dan berbagi pengetahuan dalam menangani sampah plastik laut, memerangi IUU Fishing, dan mitigasi perubahan iklim,” tutur Retno.

Sebagai penutup, disampaikannya komitmen dan kesiapan Indonesia untuk terlibat secara konstruktif terhadap pencapaian tujuan G-77 dan dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim global.

Pada akhir Pertemuan diadopsi sebuah Deklarasi Menteri yang berisikan penegasan kembali komitmen negara-negara anggota G-77 dalam mendukung pembangunan global.

G77 adalah organisasi antar Pemerintah dari negara-negara berkembang di PBB yang menyediakan sarana bagi negara-negara berkembang untuk mempromosikan kepentingan ekonomi kolektif dan meningkatkan kapasitas negosiasi bersama mereka pada isu-isu ekonomi internasional dalam perundingan di PBB. G77 di dirikan pada tahun 1964 dan anggota saat ini terdiri dari 134 negara.  (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar










Komentar