Indonesia Komitmen Pada Program "Rebuild Syria"

Redaksi: Minggu, 17 September 2017 | 14.19.00

Kunjungan Kehormatan Duta Besar RI  Untuk Suriah Djoko Harjanto ke Gubernur Aleppo. (Foto: kemlu)

ALEPPO, SURIAH| HARIAN9
Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto melakukan pertemuan dengan Gubernur Aleppo, Mayjend. Hussein Ahmad Diab di kantor Gubernur Suriah, pada Seni (11/09).

Ditegaskannya, bahwa Indonesia akan berpartisipasi mensukseskan program "Rebuild Syria" yang dicanangkan oleh pemerintah Suriah, antara lain dengan berpartisipasi dalam berbagai pameran dagang dan rekonstruksi guna mengenalkan potensi Indonesia kepada Suriah dan juga sebaliknya.

Dalam kerangka yang sama, PT. Wijaya Karya Persero, akan berkunjung ke Suriah dalam waktu dekat guna berpartisipasi dalam pameran Rebuild Syria 2017 dan mengupayakan berbagai prospek potensial yang bisa dijadikan objek kerjasama bilateral kedua negara. 

Diharapkan melalui kunjungan tersebut dapat tercipta "chemistry" dan kerjasama antara kedua negara dalam program dimaksud. Mengingat PT Wika merupakan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia yang bergerak di sektor rekonstruksi dengan pengalaman yang tidak diragukan lagi di Timur Tengah.

Sementara itu, Gubernur Aleppo, Mayjend. Hussein Ahmad Diab menyampaikan bahwa Aleppo sudah mulai berbenah setelah suksesnya militer Suriah membersihkan seluruh kota Aleppo dari para kelompok bersenjata. Pemda mulai merevitalisasi infrastruktur dan fasilitas umum, utamanya listrik, air dan pelayanan kesehatan.

Gubernur menyambut baik rencana kunjungan perusahaan WIKA ke Aleppo dan akan memberikan berbagai jenis kemudahan yang sekiranya dibutuhkan dalam rangka peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi.

Selain itu, Duta Besar telah melakukan pertemuan dengan Ketua Cabang Partai Baath, Mr. Fadel Najjar di kantor Partai Baath Aleppo.

Duta Besar dan Ibu Rosa Triana menggunakan kesempatan kunjungan ke Aleppo untuk mengunjungi memberikan donasi bagi panti asuhan "Jamiyyah Khairiyyah Al Islamiyyah", Aleppo. Panti asuhan tersebut merupakan salah satu panti asuhan tertua di Aleppo yang didirikan pada tahun 1920.

Panti Asuhan tersebut menampung sekitar 300 anak yatim dari umur 2 hari sampai 18 tahun. Ketika konflik terjadi, bangunan yang mereka miliki hancur dan kini menempati bangunan yang disewa di 3 tempat. Para anak yatim tersebut merupakan anak-anak korban konflik dan korban broken-home.

Aleppo merupakan salah satu objek pariwisata terbesar di Suriah dengan berbagai situs sejarahnya yang berumur ribuan tahun. Aleppo merupakan kota yang dihuni selama 2000 tahun terakhir tanpa terputus, dan merupakan salah satu World Heritage yang dikategorikan oleh UNICEF. ​

Masjid Omayyad dan Aleppo Citadel merupakan dua situs bersejarah terbesar di Aleppo yang dijadikan sebagai objek untuk menarik turis. Pada tahun 2010, terdapat sekitar 10 juta turis mengunjungi kota Aleppo. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar