Indonesia-Tunisia Bahas Persiapan Bali Democracy Forum Cabang Tunisia

Redaksi: Rabu, 20 September 2017 | 07.43.00

Menlu Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, lakukan pertemuan dengan Menlu Tunisia, Khemaies Jhinaoui, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72, New York (18/9). (Foto: kemlu)


NEW YORK| HARIAN9
Menlu Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, lakukan pertemuan dengan Menlu Tunisia, Khemaies Jhinaoui, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72, New York (18/9).

“Setelah 10 tahun Bali Democracy Forum (BDF) berhasil mempromosikan demokrasi di Asia, tahun ini Tunisia akan menjadi tuan rumah BDF Chapter Tunisia untuk promosi demokrasi di Afrika utara,” tukas Retno.

Pertemuan ini merupakan kali pertama antara kedua Menlu semenjak Menlu Khemaies Jhinaoui dilantik pada Januari tahun lalu. Salah satu isu utama yang dibicarakan adalah kerja sama di bidang penguatan demokrasi berbasis lokal (homegrown democracy). 

Indonesia mengambil inisiatif untuk memperluas Bali Democracy Forum. Kemajuan Tunisia dalam berdemokrasi mendorong kesepakatan kedua negara untuk meluncurkan BDF Chapter Tunis. 

Diharapkan BDF Chapter Tunis akan menjadi forum internasional dalam upaya penguatan demokrasi dan tukar pengalaman berdemokrasi negara-negara di Afrika Utara.

Selain persiapan pelaksanaan BDF cabang Tunisia, keudua Menlu juga membahas rencana pelaksanaan Sidang Komisi Bilateral (SKB) pada awal Oktober 2017. 

Dalam pertemuan kedua Menlu sepakat untuk menjadikan usia 57 tahun hubungan bilateral ini sebagai momentum untuk semakin mempererat kerja sama di berbagai bidang, khususnya ekonomi.  

“Pelaksanaan SKB tersebut merupakan komitmen kedua Negara untuk me-review status hubungan bilateral serta menggali potensi untuk semakin mempererat hubungan kedua Negara di berbagai bidang,” ujar Retno.

Kedua Menlu juga menyepakati bahwa hubungan politik yang erat antara RI dan Tunisia perlu diikuti dengan penguatan di bidang ekonomi. Volume perdagangan kedua negara mengalami peningkatan pada semester pertama tahun 2017 dibanding dengan tahun lalu. 

Meski demikian, Menlu RI Retno Marsudi mengingatkan bahwa masih banyak bidang potensi kerjasama perdagangan yang bisa digali guna meningkatkan volume perdagangan. ​(kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar