KJRI Guangzhou Gelar Sholat Idul Adha Berjemaah

Redaksi: Minggu, 03 September 2017 | 09.52.00



GUANGZHOU| HARIAN9 
Sekitar seratus warga negara Indonesia di Guangzhou dan sekitarnya melaksanakan sholat Idul Adha 1438 H di Konsulat Jenderal RI di Guangzhou, Tiongkok, pada 1 September 2017. 

Sholat Id dipimpin oleh para mahasiswa Indonesia di Guangzhou yaitu Zainal Basri dengan Khotib  Fauzi Adi.

Khotib menyampaikan bahwa sholat Id berjamaah dapat dimanfaatkan jemaah untuk mendoakan para jemaah haji, khususnya jemaah Indonesia, yang tengah menunaikan ibadah Haji di Mekkah. 

Apalagi, sambung Khotib, ibadah haji  tahun ini merupakan yang terbesar dengan dilaksanakan sekitar 2,1 juta jemaah, lebih dari 200 ribu orang di antaranya merupakan jemaah Indonesia.

Khotib juga berpesan bahwa peringatan Idul Adha merupakan momentum umat Islam untuk mewujudkan keimanannya kepada Allah SWT dalam bentuk ibadah Qurban. 

Diharapkan, melalui ibadah tersebut, dapat terwujud keadilan sosial dengan tumbuhnya rasa saling mengasihi dan menyayangi di tengah-tengah masyarakat.

Usai sholat, jemaah melakukan ramah tamah sambil menyantap hidangan khas Indonesia, seperti gulai ayam, capcay, kentang balado, bakwan, dan tahu isi yang disiapkan dan dikoordinir oleh Dharwa Wanita Persatuan KJRI Guangzhou.

Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri menyampaikan bahwa sholat Id berjamaah patut disyukuri karena merupakan kesempatan yang langka dan berharga untuk tetap dapat beribadah dengan khusyuk seraya menjaga silaturahmi di antara sesama WNI di luar negeri.

Konjen juga mensyukuri bahwa imam  dan khotib sholat Id dilakukan para mahasiswa Indonesia di Guangzhou dengan sangat baik. 

Hal tersebut, sambung Konjen, sangat patut dibanggakan mengingat ternyata masih banyak generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu duniawi, namun juga ilmu ukhrowi.

"Sementara bagi KJRI, penyelenggaraan sholat Id berjamaah ini merupakan sesuatu yang lumrah sebagai bagian dari tugas dan fungsi KJRI dalam membina masyarakat Indonesia di wilayah kerja," pungkasnya.

Selain para profesional dan mahasiswa, sholat Id berjamaah juga diikuti oleh warga negara Indonesia yang tengah dirawat di Rumah Sakit Internasional Guangzhou, Muhammad Lindu. 

Ia pun sangat bersyukur tetap dapat menunaikan sholat Id sekalipun dalam kondisi kesehatan yang kurang baik dan jauh dari tanah air.

​"Alhamdulillah ini sholat Id pertama di Guangzhou dan juga jadi bisa bertemu dengan saudara muslim Indonesia di sini. Tadinya benar-benar tidak kebayang bisa sholat seperti ini. Alhamdulillah ada teman yang infokan ada sholat ini. Sudah dapat sholat berjamaah, eh dapat sajian makanan Indonesia yang enak-enak," jelas Muhammad Lindu sambil tersenyum. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar