Komunitas Muslim di Myanmar Hargai Bantuan Kemanusiaan Indonesia

Redaksi: Sabtu, 30 September 2017 | 10.52.00

Bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah tiba di fasilitas pergudangan Pemerintah Daerah Sittwe, Rakhine State, dan disalurkan secara langsung kepada para pengungsi oleh Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan Darurat dan Pemukiman, Myanmar, Dr. Win Myat Aye, dan Chief Minister Rakhine State, U Nyi Pu, Selasa (26/9). (Foto: kemlu)

YANGON, MYANMAR| HARIAN9 
Awal pekan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan kunjungan ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar. 

Dalam kunjungan ini, KBRI dan BNPB memfasilitasi pelatihan pemasangan tenda pengungsi dan memantau penyaluran bantuan kemanusiaan Indonesia  kepada masyarakat di Rakhine State.

Bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah tiba di fasilitas pergudangan Pemerintah Daerah Sittwe, Rakhine State, dan disalurkan secara langsung kepada para pengungsi oleh Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan Darurat dan Pemukiman, Myanmar, Dr. Win Myat Aye, dan Chief Minister Rakhine State, U Nyi Pu, Selasa (26/9).

KBRI Yangon juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan Indonesia secara simbolis kepada pimpinan masyarakat Muslim di Internally Displaced Persons (IDPs) di Thet Kel Pyin dan berdialog dengan kelompok Muslim di sana. 

Pertemuan serupa juga dilakukan di tempat pemukiman Muslim di Desa Aung Mingalar.

Dari dialog maupun interaksi yang telah dilakukan, komunitas Muslim di kedua lokasi tersebut sangat menghargai bantuan dan perhatian yang telah diberikan oleh Indonesia kepada komunitas di Rakhine State.

U Shwe La, pemimpin komunitas Muslim di Desa Aung Mingalar, mengaku sempat mengikuti berita tentang kunjungan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ke Nay Pyi Taw awal bulan ini. 

Diharapkannya, pemerintah Indonesia dapat terus mendukung dan melakukan langkah konkret bagi proses perdamaian di Rakhine State. U Shwe La siap bekerja sama dengan Pemerintah Myanmar demi mencegah konflik yang berkelanjutan.

Sementara itu, komunitas Muslim di IDPs Sittwe saat ini menghadapi kendala karena dihentikannya bantuan makanan dan obat-obatan yang sebelumnya diterima secara teratur dari Badan PBB maupun internasional lainnya. 

Selain itu, mereka juga berharap agar Pemerintah Myanmar dapat segera memindahkan mereka ke tempat pemukiman tetap.

Selain melakukan penyerahan bantuan kepada pengungsi dan komunitas Muslim, KBRI dan BNPB juga melakukan pelatihan pemasangan tenda pengungsi, tenda kompi, dan portable water tank di penampungan pengungsi di Stadion Dinyawady, Sittwe, yang melibatkan petugas pemadam kebakaran Sittwe.

Stadion Dinyawady digunakan untuk menampung 210 Kepala Keluarga yang terdiri dari 600 pengungsi dari Maungtaw dan Buthidaung. Para peserta pelatihan ini diharapkan dapat membantu pemasangan tenda di fasilitas penampungan pengungsi di Maungtaw dan Buthidaung. 

Sampai saat ini, telah dikirimkan bantuan berupa 20 tenda pengungsi, 20 tenda kompi, dan 30 portable water tank ke Maungtaw dan Buthidaung.​ (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar