KPID Sumut Gelar Sosialisasi Edukasi dan Literasi di Kota Padangsidimpuan

Redaksi: Rabu, 06 September 2017 | 09.48.00


Sekdakota Drs. H. Zulpeddi Simamora, MM, Kadis Kominfo Padangsidimpuan Islahuddin Nasution, S.Sos beserta, Komisioner KPID Sumut foto bersama usai sosialisasi Edukasi dan Literasi Media bagi Masyarakat dan Lembaga Penyiaran di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa, (5/9).  (Foto : Riswandy)
 
PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Sekitar 40 peserta dari berbagai lembaga penyiaran dan elemen organisasi masyarakat di Kota Padangsidimpuan mengikuti sosialisasi Edukasi dan Literasi Media bagi Masyarakat dan Lembaga Penyiaran yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara (Sumut), di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa, (5/9).
                                    
Acara dibuka oleh Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si diwakili Sekdakota Drs. H. Zulpeddi Simamora, MM, dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padangsidimpuan Islahuddin Nasution, S.Sos, Komisioner KPID Sumut dan peserta sosialisasi.

Sementara narasumber pada acara tersebut yakni Drs Jaramen Purba dan Drs. Mhd. Syahrir dari Komisioner KPID Sumut dan Barkah Hadamean, yang juga Dosen Komunikasi pada institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan.

Ketua Panitia Zulfan melaporkan, KPI adalah lembaga independen dan tugas pokok KPI sebagai pembuat aturan penyiaran, pengawasan isi siaran dan pembinaan bagi radio dan televise dan kegiatan ini dilakukan KPID Sumut dalam upaya mengajak masyarakat untuk mengkritisi isi media, khususnya televisi dan radio dalam rangka antara lain menjaga nilai dan budaya Indonesia.

Kegiatan Literasi Media yang diadakan KPI sebagai lembaga negara yang independen mengawasi siaran televisi dan radio yang tidak bermanfaat untuk masyarakat sesuai UU RI Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran harus kita apresiasi, karena memberikan edukasi kepada masyarakat.

Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si diwakili Sekdakota Drs. H. Zulpeddi Simamora, MM dalam sambutannya mengatakan,  diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk peduli dan waspada terkait penyiaran berita belakangan ini yang kurang mendidik dalam perkembangan anak dan remaja.

Ia menambahkan, literasi media yang paling efektif adalah orang tua, karena dapat mengawasi langsung anaknya, serta peran aktif KPI dalam pengawasan program media yang tidak boleh di tonton anak dan remaja.

“ Dengan sosialisasi kepada orang tua dapat memberikan pemahaman dan seleksi tentang siaran media yang tidak bermanfaat bagi anak dan remaja, apalagi siaran media saat ini banyak yang kurang bermanfaat bagi anak dan remaja, oleh sebab itu perlu pengawasan yang lebih efektif, terutama remaja karena mereka dalam pencarian identitas dan banyak meniru sifat idolanya, berbeda dengan anak-anak, “ ujar Walikota.

Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan Islahuddin Nasution yang pada sesi pertama tampil sebagai moderator juga mengatakan sangat mengapresiasi dipercayanya Padangsidimpuan sebagai lokasi sosialisasi yang digelar pihak KPID Sumut.

Sementara narasumber Drs Jaramen Purba mengatakan, penyiaran saat ini lebih mengarah sarana ekonomi dan industri, ketika suatu bidang telah memasuki kapasitas industri, maka media lebih mementingkan program yang dapat menghasilkan penghasilan dari iklan.

Lanjutnya, penyiaran saat ini tidak semua menyasar kearah segmentasi anak dan remaja, karena kebanyakan program tidak bersifat edukatif, walaupun ada yang edukatif tetapi secara rating tidak mengguntungkan oleh pihak media.

“ Dalam pengawasan KPI mempunyai standar siaran yang harus dipatuhi, sehingga siaran yang bersifat melanggar akan diberikan teguran sesuai undang-undang dan jika dinilai merugikan atau melanggar pedoman perilaku penyiaran (PPP) dan standar program siaran (SPS), laporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), ” tukasnya.

Seorang peserta Ampera Simamora memberikan tanggapan terkait siaran yang ditayangkan televisi telah banyak melanggar ntahu pada anak-anak tentang rencana dan meminta bantuan mereka membatasi menyaksikan acara televisi.

Hal senada disampaikan, Narasumber Drs. Mhd. Syahrir yang mengimbau agar masyarakat aktif mengawasi tayangan televisi dan diminta menjadi penonton yang cerdas dalam melihat acara di layar kaca itu. Jika dinilai merugikan atau melanggar pedoman perilaku penyiaran (PPP) dan standar program siaran (SPS), laporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumut.

Menurutnya, KPI tidak sepenuhnya bisa mengawasi semua tayangan televisi tiap harinya. KPI kekurangan alat dan tenaga untuk bisa menyaksikan semua siaran televisi setiap hari. Sehingga, masyarakat perlu berperan aktif melaporkan jika ada tayangan yang dianggap kurang sreg dan merugikan.

“ Jika ada tayangan yang melanggar PPP dan SPS, KPI dan KPID akan memberikan surat teguran. Sanksi yang diberikan karena pelanggaran bisa berupa penghentian sementara dan pengurangan waktu siaran hingga pencabutan izin lembaga penyiaran, “ tegasnya.   (Wan9)

                                                                                                                          

Keterangan gambar : Foto bersama
Sekdakota Drs. H. Zulpeddi Simamora, MM, Kadis Kominfo Padangsidimpuan Islahuddin Nasution, S.Sos beserta, Komisioner KPID Sumut foto bersama usai sosialisasi Edukasi dan Literasi Media bagi Masyarakat dan Lembaga Penyiaran di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa, (5/9).  (Foto : Riswandy)


Komentar