Kupang, Sorotan Bakamla RI untuk Bina Desa Pesisir

Redaksi: Kamis, 28 September 2017 | 23.40.00





KUPANG| HARIAN9
Selain melaksanakan tugas utama Bakamla RI yaitu melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, Bakamla RI kerap melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah sekitar, khususnya di daerah pesisir. Kali ini, Direktur Kerja Sama Bakamla RI Sandi S.H., M.H., melakukan kunjungan ke Kampung Nunhila, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/9/2017).

Kunjungan ini dilatarbelakangi dengan maksud merevitalisasi kerja sama yang pernah terjalin sebelumya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Selain itu kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama dengan dinas perdagangan dan koperasi. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme Direktur Kerja Sama dalam menyambangi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kampung Nunhila, khususnya yang bergerak di industri kecil hasil perikanan.
 
Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menerima kunjungan delegasi Bakamla RI di Kantor Walikota Kupang bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Kupang, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi beserta jajarannya. Dalam pertemuan ini pula disampaikan niat baik Bakamla RI untuk melakukan kegiatan bimbingan desa pesisir masyarakat Kupang. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kupang dan dapat menambah keterampilan mereka untuk mencari nafkah. Melihat dari kultur masyarakat Kupang yang mayoritas nelayan, mereka lebih fokus kepada pengolahan ikan dan hasil laut lainnya.

Permasalahan kerap timbul saat bersaing dengan perusahaan perikanan besar. Dengan fasilitas yang memadai, perusahaan perikanan besar dapat menangkap ikan jenis tuna dengan kualitas terbaik untuk diekspor. Di sisi lain, nelayan tradisional hanya dapat menangkap ikan tuna kualitas kedua. Sehingga saat ikan diolah, hasilnya tidak sempurna. Sebagai informasi tambahan, masyarakat Kampung Nunhila ini sangat pintar mengolah ikan menjadi se’I (ikan asap), abon dan dendeng.

Bakamla RI bersama stakeholder akan berusaha maksimum agar dapat mengedepankan kepentingan masyarakat pesisir untuk dapat memperoleh protein hewani dengan kualitas terbaik. Dengan melakukan pembinaan desa pesisir, diharapkan kualitas kemampuan produksi makanan olahan ikan dapat meningkat dan dapat meningkatkan pula kualitas hidup masyarakat sekitar. (Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Mar Mardiono) rel/01


Komentar