Masih SIAGA, Masyarakat Diimbau Tidak Beraktifitas dalam Radius 6 km dari Puncak Gunung Agung

Redaksi: Jumat, 22 September 2017 | 11.19.00



JAKARTA| HARIAN9
Sejak dinaikkan status aktivitasnya menjadi Level III (SIAGA) pada 18 September 2017 pukul 21.00 WITA, Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem Kabupaten Bali mengalami peningkatan kegempaan signifikan. Pada hari ini (22/9) pukul 00.00-06.00 WITA terekam 142 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 36 kali Gempa Vulkanik Dangkal.

"Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diminta agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak G. Agung atau pada elevasi di atas 950 m dari permukaan laut," himbau Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, saat dihubungi tim www.esdm.go.id, Jumat (22/9).

"Selain dalam radius tersebut, wilayah yang harus dijauhi ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km, sedangkan secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut, sementara asap kawah tidak teramati," jelas Kasbani. 

Sebelumnya, status aktivitas Gunung Agung naik menjadi Level II (Waspada) pada 14 September 2017. 

Selain Gunung Agung, Kasbani melaporkan, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara juga masih berada pada Level IV (AWAS). Terdapat asap kawah teramati berwarna putih tipis teramati pada hari ini dengan tinggi 50-100 m di atas puncak. 

Melalui rekaman seismograf, tercatat 2 kali erupsi/letusan dan teramati kolom abu setinggi 1500 m. Terekam 29 kali guguran lava dan teramati meluncur ke arah Timur dan Tenggara dengan jangkauan 1300-1500 m dari puncak.

"Masyarakat diminta agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak (Gunung Sinabung), dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara. Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir," lanjut Kasbani.

Gunung Dieng di Jawa Tengah serta Gunung Dukono dan Gunung Ibu di Maluku Utara juga masih berada pada tingkat aktivitas Level II (Waspada). 

Pengamatan dari pos pengamatan Gunungapi Dieng melaporkan, dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi tampak jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis-tebal dengan tekanan lemah setinggi 10-60 m di atas puncak.

Sementara Gunung Dukono mengalami erupsi menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak jelas hingga berkabut. Melalui rekaman seismograf, tercatat 65 kali erupsi/letusan dan teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal tekanan lemah-sedang dengan ketinggian 400-800 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Timur. 

"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan Gunung Ibu agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah di dalam radius 2 km, dengan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu," pungkas Kasbani. (esdm/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar