Menaker Ajak Tim Komite Pelatihan Vokasi "Belajar" Vokasi ke Singapura

Redaksi: Minggu, 17 September 2017 | 16.13.00

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja  ke Singapore Polytechnic International (SPI) di Singapura  pada Jumat 15 Sept 2017.  (Foto: naker)



SINGAPURA| HARIAN9
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja  ke Singapore Polytechnic International (SPI) di Singapura  pada Jumat 15 Sept 2017.

"Kunjungan kerja ke SPI ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan konsep "Grand Desain Pelatihan Vokasi  Nasional" yang telah disusun Kemnaker," kata Hanif di sela- sela kunjungan di Singapura pada Jumat (15/9).

Dalam kunjungan kerja kali ini, Hanif didampingi Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono serta Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Hadir pula  beberapa orang anggota tim komite pelatihan vokasional antara lain Bob Azzam, Antonius J. Supit, Sari Sitalaksmi, Kun Wardhana A., Marifion dan Sugeng Bahagijo.

Kedatangan Menaker dan tim Komite Pelatihan vokasi disambut oleh Soh Wai Wah selaku Prinsipal dan CEO SPI beserta jajarannya.
Menaker Hanif mengatakan kunjungan ke SPI ini  dilakukan untuk mempelajari keberhasilan negara- negara maju dalam mengelola SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Kita ajak tim komite vokasi yang terdiri dari pelaku industri,  anggota Kadin, Apindo, akademisi dan LSM untuk sama- sama mempelajari konsep pendidikan dan pelatihan vokasi di Singapura," ujarnya.

Para anggota komite vokasi ini pun diminta memberi kajian,  usulan dan masukan-masukan kepada pemerintah untuk mengembangkan pelatihan vokasi di Indonesia.

"Tadi kita lihat kemajuan pelatihan vokasi di Singapura didukung anggaran yang memadai, metode kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, fasilitas peralatan canggih, instruktur dan sertifikasi yang diakui internasional. Ini yang harus kita pelajari dan tiru," sebutnya.

Selain Singapura, negara lainnya yang patut menjadi contoh pelaksanaan pelatihan vokasi antara lain Jerman, Australia, Jepang, Austria, Korea Selatan dll.

Ditambahkannya, selama ini Kemnaker telah melakukan kerja sama dengan SPI dalam bidang  manajemen balai latihan kerja, strategi planning, kurikulum , metoda pedagogi, pelatihan instruktur,  design thinking, akreditasi lembaga pelatihan.


"Kita teruskan kerja sama sambil terus mendorong pelatihan vokasi  untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia. Ini prioritas yang pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi," ucapnya.

Pelaksanaan Pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau Lembaga.

"Pengembangan dan penyiapan tenaga kerja Indonesia yang  kompeten dan  terampil harus dilakukan melalui  pelatihan vokasi yang dilakukan secara massif dan fokus," seru Hanif.

Dikatakannya, pelatihan vokasi juga  menjadi solusi dari rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran serta mismatch keterampilan dunia kerja.

"Pemerintah terus memperkuat sumber daya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas pemerintah saat ini," ungkapnya.

Perbaikan dan penyelarasan pelatihan  vokasi disesuaikan dengan kebutuhan industri serta menjamin adanya relevansi hasil lulusan dengan kebutuhan industri. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah. 

Dalam kunjungannya ke SPI Rombongan Kemnaker  dan komite vokasi ini mengunjuķķngi beberapa lokasi pelatihan SPI yaitu Akademi Maritim Singapura untuk melihat simulasi center, mesin kapal dan workshop vokasi yang menjadi unggulan di Singapura. (naker/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar