Menkeu Apresiasi Para Purna Bhakti Kemenkeu

Redaksi: Kamis, 14 September 2017 | 03.51.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keynote speech pada acara Seminar Nasional Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional di Aula Gd. R.M Notohamiprodjo, Jakarta pada Selasa (12/09). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Persatuan Purna Bhakti Pegawai (P2PB) Kementerian Keuangan dan Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB-PWRI) yang telah mengadakan Seminar Nasional Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional.

“Kita semua memahami bahwa tema pada seminar kali ini begitu penting karena menyangkut sistem jaminan nasional yaitu menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Ini adalah prakarsa yang sangat baik,” ungkapnya.

Diajaknya, jajaran Kemenkeu agar dapat mengambil pelajaran dari pengalaman atau tacit knowledge para purna bhakti.

“Para purna bhakti ini membawa dalam dirinya suatu pengalaman dan  knowledge/pengetahuan. Banyak pengetahuan dapat kita baca di buku, tapi kita tahu pengetahuan yang sangat sulit dan sangat berharga yang disebut tacit knowledge atau pengalaman yang masuk dan build in pelakunya itu,” jelasnya.

Menurutnya, tacit knowledge adalah sesuatu yang tidak bisa begitu saja ditularkan atau dibagikan. Bahkan sering kali knowledge itu hilang seiring hilangnya pejabat tersebut. 

“Ini sebetulnya salah satu tantangan saat ini yang saya minta kepada Kemenkeu untuk rajin mengelola knowledge,” jelasnya.

Oleh karena itu, Sri meminta kepada tim Kemenkeu untuk rajin berkomunikasi dengan para purna bhakti, mewawancarai dan mengumpulkan pengalaman ini agar dapat dibukukan dan didokumentasikan untuk bahan pengetahuan bagi generasi selanjutnya.

“Untuk bisa kemudian kita membukukan, mendokumentasikan, sehingga dia menjadi pengetahuan yang bisa terus menerus dipakai oleh para junior selanjutnya. Estafet dalam kepemimpinan dan pengelolaan pengetahuan itu penting,” pungkasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar