Menkeu Ingatkan BUMN Bijak Gunakan PMN

Redaksi: Sabtu, 09 September 2017 | 22.25.00



JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan lebih memperketat pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dan mengingatkan Badan Umum Milik Negara (BUMN) bahwa PMN diberikan untuk mendorong kinerja agar dapat memberikan dividen kembali kepada negara.

"Kami meminta akuntabilitas, termasuk PMN tidak boleh pakai bayar gaji, bayar utang, bahkan ada yang usulkan untuk bayar pajak. Kami ingin disiplin ditingkat korporasi," tegasnya saat membahas Kinerja Penyertaan Modal Negara (PMN) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2015-2016 di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI (07/09).

Dipaparkannya, pada tahun 2015 pemerintah mengalokasikan dana untuk PMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp.64,8 triliun. Namun, hingga saat ini realisasi penggunaanya baru mencapai 75 persen atau sebesar Rp.47,8 triliun. 

Hal tersebut disebabkan masih ada (BUMN) yang memanfaatkan PMN 2015 hingga saat ini masih di bawah 50 persen karena terlambatnya perizinan, pemilihan mitra untuk proyek, proses tender hingga pengadaan lahan.

Diungkapkannya, bahkan pada 2016, terdapat ada enam BUMN yang mengalami kerugian lebih besar setelah diberikan dikucurkan penanaman modal negara (PMN). Enam BUMN tersebut yakni PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dirgantara Indonesia, PTPN X, PTPN IX, PTPN VII, dan PTPN III.

"Mengenai kinerja, tidak semuanya menggembirakan, ada 6 BUMN setelah mendapat PMN kerugiannya malah bertambah di 2016, ada 4 BUMN yang tingkat kerugiannya mengecil," ujarnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar