Menlu RI Tekankan Pentingnya Upaya Deradikalisasi Dalam Melawan Terorisme

Redaksi: Sabtu, 23 September 2017 | 14.08.00

Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, pada Sidang Pleno Tingkat Menteri Global Counter Terrorism Forum (GCTF) di New York, Amerika Serikat (20/19). (Foto: kemlu)

NEW YORK| HARIAN9
Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, pada Sidang Pleno Tingkat Menteri Global Counter Terrorism Forum (GCTF) di New York, Amerika Serikat (20/19).

“Di Lamongan, saya mengunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian yang membuktikan bahwa program deradikalisasi kepada mantan narapidana terorisme, efektif dalam menangkal penyebaran terorisme,” katanya.

Ditegaskannya, saat ini tengah terjadi regionalisasi terorisme, seperti yang terjadi di Kota Marawi, Filipina. Di saat yang sama, kelompok teroris terus melakukan upaya rekrutmen, khususnya terhadap generasi muda. 

“Kita harus mampu memutus rantai terorisme antar-generasi dan juga harus antisipasi masuknya foreign terrorist fighter ke wilayah kita,” tandasnya.

Ditekankannya, strategi pencegahan maupun deradikalisasi cukup berhasil di Indonesia. Secara khusus Retno juga berbagi resep sukses Indonesia dalam menjalankan program deradikalisasi ke akar rumput. 

Contoh yang dipaparkan adalah keberhasilan pembinaan mantan kombatan menjadi agen deradikalisasi. 

Program konkret lain yang diangkat Retno adalah perlunya untuk menyuarakan kontra narasi terhadap propaganda para teroris melalui testimoni mantan teroris dan anggota keluarganya. 

Testimoni ini mengangkat cerita pengalaman buruk mereka bersama kelompok teroris dan himbauan untuk tidak bergabung.

Dipaparkannya, capaian Indonesia selama menjabat Ketua Bersama Kelompok Kerja Detensi dan Reintegrasi dibawah kerangka GCTF. Keberhasilan ini akan dilanjutkan dalam Keketuaan Indonesia selanjutnya dalam Kelompok Kerja Countering Violent Extremism (CVE) periode 2017-2019. 

“Indonesia dan Australia akan mempromosikan upaya membangun kontra naratif, penanganan CVE di penjara, deradikalisasi FTF returnee dan keluarganya, meningkatkan pengetahuan dan daya tangkal masyarakat mengenai bahaya radikalisme, ektremisme, dan terorisme,” papar Retno.

GCTF adalah forum pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri dari 30 negara yang dilaksanakan satu kali setahun sejak 2011, untuk mendiskusikan dan menyelarasakan upaya penanggulangan terorisme global. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar