Pasien RS Adam Malik keluhkan Keramahan Perawat

Redaksi: Jumat, 29 September 2017 | 13.18.00


MEDAN| HARIAN9
Banyak keluarga pasien mengeluh atas sikap ketuidak ramahan yang diperlihatkan perawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan Sumatera Utara terhadap pasien.Sehingga harapan tidak sesuai dengan motto yang ditampilkan RSU itu sendiri yakni. pelayanan cepat, akurat, terjangkau, efisien, nyaman itu hanya tinggal slogan. Demikian disampaikan Bas warga Desa Simalingkar B Kabupaten Deliserdang kepada wartawan HARIAN9 saat mendampingi saudaranya transfusi darah, Kamis (28/9/2017).  

Informasi yang dihimpun, sikap tidak ramah  yang ditunjukkan perawat itu disebut-sebut pasca pemberitaan di sejumlah surat kabar, terkait adanya perawat berjualan kerupuk dan jeruk di Ruang HD (Hemodialisa-red) lama. 

"Kami merasakan ketidak ramahan yang ditunjukkan perawat disini. Untuk membalas  senyum ataupun membalas sapaan mereka tak mau. Mereka tidak menjaga predikat  rumah sakit ini yang sudah meraih akreditasi tingkat Akreditasi Paripurna (bintang lima) pada tanggal 23 Juni 2015 lalu, yang berlaku selama 5 (lima) tahun sampai tanggal 22 Juni 2018 mendatang. dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kalau seperti ini sikap keramahan terus yang diberikan, saya dapat memprediksi rumah sakit akan sulit meraih akreditasi dari Joint Commission International (JCI)," ucapnya.

Hal senada dikatakan  keluarga pasien  lainnyaHamidah, lebih ironis lagi, saat ditanya perawatnya cuek tidak melihat lawan bicaranya dengan menjawab sekedarnya. Menunjuk contotoh pelayanan yang borok.

"Kami merasa aneh, pelayanan perawat rumah sakit ini, akibat tidak ramahnya menunjukan pimpinan RSU HAM ini perlu mengevaluasi potensi perawat yang tidak mampu memberikan pelayanan disingkirkan untuk ditatar ulang" sebut seorang ibu paruh baya warga pancurbatu ini.

Selain itu disalah satu lokasi rawat inap  RSU HAM ini, terciun aroma bau menyengat saat melintas itu ruangan pasien. Saat dikonfirmasi Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting mengatakan laporan keluhan ini diterima dan akan disampaikan ke Direktur SDM. 

"Untuk aroma menyengat di ruangan tersebut sumbernya memang dari penyakit pasien. Kalau bedah onkologi kan memang merawat pasien kanker. Itu memang aroma dari sumber penyakitnya," katanyanya. (jae9)

Komentar