Pelaku Teror Kepala Babi Ditangkap Polisi

Redaksi: Sabtu, 23 September 2017 | 14.17.00

Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, SH, beri keterangan kepada Wartawan terkait penangkapan tersangka pelaku teror kepala babi. (Foto: Joko Hendro) 


MEDAN| HARIAN9
Pihak Kepolisian akhirnya berhasil membekuk pelaku teror yang mengirim kepala babi di Gedung Dakwah/Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB) Jalan Utama Kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area, Kamis (21/9).

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, SH, mengatakan pelaku, Malvin Tarigan (38) warga Jalan Marakas Kelurahan Titi Rantai Kecamatan Medan Baru. 

Setelah diringkus, pelaku diboyong Tim Gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area ke Mako Brimobdasu untuk menjalani pemeriksaan.

"Motif dibalik peristiwa itu dilatarbelakangi karena permasalahan hutang piutang. Pelaku ingin menagih piutangnya yang mencapai Rp.1,5 milliar dan pelaku dalam tempo 3 jam kita tangkap," tegas Paulus Jumat (22/9/2017) pukul 11.00 WIB di Mapoldasu.

Mantan Wakabaintelkam Polri menjelaskan, piutang tersebut diketahui berawal dari beberapa tahun lalu disaat pelaku punya hubungan pribadi dengan seseorang. Namun masing-masing kemudian menikah dengan orang lain.

"Saat menjalin hubungan, mereka juga terlibat bisnis menggunakan uang pelaku. Bisnis itu ternyata tidak berjalan,” papar Paulus.

Meski masalah piutang tersebut masuk perdata, namun pihak Kepolisian tetap memproses hal itu ke ranah pidana. Karena menurut Paulus, cara yang digunakan pelaku untuk menagih piutang itu dinilai sangat berbahaya bagi kerukunan ummat beragama dan antar suku di Medan, apalagi dia melakukannya pada hari besar Ummat Islam.

"Kita juga masih mengembangkan kasus ini, apakah ada motif lain. Tapi untuk sementara, motifnya utang-piutang,” sebut Paulus didampingi Kabid Humas, Dirkriimum, Kasat Brimobdasu, Kasat dan Wakasat Reskrim serta Kapolsek Medan Area.

Atas perbuatannya, Malvin dijerat dengan Pasal 156a subs Pasal 156 jo Pasal 335 (1) jo Pasal 311 KUHPidana. Dia disangka telah melakukan perbuatan di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. 

“Ancamannya 4 sampai 5 tahun penjara,” jelas Paulus yang sudah mendaftarkan diri ikut dalam bursa pemilihan Gubernur Papua. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar