Periode September 2017: HPE Tambang Naik, Produk Mangan, Ilmenit, Rutil Turun Tipis

Redaksi: Jumat, 29 September 2017 | 20.10.00



JAKARTA| HARIAN9 
Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode Oktober 2017. Dibandingkan dengan periode September 2017, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan HPE. 

Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69/M-DAG/PER/9/2017, tanggal 22 September 2017.

“HPE produk pertambangan mulai mengalami kenaikan. Fluktuasi harga internasional menyebabkan naiknya HPE produk pertambangan. Hanya konsentrat besi (hematit, magnetit), konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit), dan konsentrat pasir besi (lamela magnetitilmenit),” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. 

Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, kenaikan HPE dialami sebagian besar produk di periode Oktober 2017. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) pada periode Oktober ditetapkan dengan harga rata-rata USD.2.215,80/WMT atau naik sebesar 5,21%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD.220,17/WMT atau naik sebesar 5,43%, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD.974,97/WMT atau naik sebesar 0,46%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD.905,67/WMT atau naik sebesar 13,03%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD.242,17/WMT atau naik sebesar 2,31%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD.969,33/WMT atau naik sebesar 3,32%, nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD.16,76/WMT atau naik sebesar 13,01%, dan bauksit (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga ratarata USD.37,57/WMT atau naik sebesar 6,53%.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62%) dengan harga rata-rata USD.58,50/WMT, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD.29,89/WMT, dan konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD.34,93/WMT atau masing-masing turun sebesar sebesar 2,71%.

Menurut Oke Nurwan, penetapan HPE periode Oktober ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69/M-DAG/PER/9/2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar dapat diunduh melalui http://jdih.kemendag.go.id/Regulasi/detail/1040. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar