Pertemuan Bilateral Indonesia dengan Kanada dan US-ABC, Mendag: Dukung CPO dan UMKM, serta Realisasikan Investasi

Redaksi: Minggu, 10 September 2017 | 23.03.00



PASAY| HARIAN9
Dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri konomi ASEAN (AEM) ke-49, Jumat (8/9), di Pasay, Filipina, Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Kanada dan United States-ASEAN Business Council (US-ABC). 

Terhadap Kanada, Indonesia meminta Kanada mendukung perdagangan produk minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, terutama biodiesel, serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kami meminta Kanada memberikan dukungan kepada Indonesia terhadap produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, khususnya biodiesel di perdagangan internasional,” kata Enggar, saat berdialog dengan delegasi Kanada yang dipimpin Parliamentary Secretary to the Minister of Internation Trade Kanada Pamela Goldsmith-Jones yang mewakili Minister of International Trade Fran├žois-Philippe Champagne.

Selain itu, Indonesia mendukung dilaksanakannya studi yang komprehensif untuk melihat dampak dari rencana pemberlakuan ASEAN-Kanada FTA terhadap pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak. 

Di samping itu, Indonesia juga memberikan dukungan terhadap proposal Kanada terkait Exploratory Discussion yang bertujuan untuk pertukaran informasi data perdagangan dan rezim peraturan antara ASEAN dan Kanada dalam menunjang pelaksanaan studi dimaksud.

“Indonesia sebagai country coordinator pada kemitraan ASEAN-Kanada memandang Kanada sebagai mitra ASEAN dengan potensi cukup besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN. Ini ditunjukan dengan nilai perdagangan ASEAN-Kanada yang mencapai CAD 21,6 miliar pada tahun 2016. Keinginan Kanada untuk membentuk FTA dengan ASEAN merupakan sinyal positif bagi dunia bahwa ASEAN itu solid,” jelasnya.

Diharapkannya, agar Kanada segera merealisasikan kerja sama peningkatan UMKM di ASEAN. 

Komitmen tersebut tertuang dalam Proyek Kerja Sama Pembangunan Ekonomi untuk UMKM (Canada-OECD Project on ASEAN SMEs) dan merupakan salah satu bagian dari program pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan inklusif ASEAN-Kanada.

Indonesia Salah Satu Tujuan Utama Investasi AS

Pada pertemuan bilateral dengan Delegasi US-ABC Enggar menyampaikan bahwa Indonesia terbuka sebagai tujuan utama investasi. 

Pernyataan ini menanggapi pertanyaan US-ABC terkait cara dan kepastian berinvestasi di Indonesia yang didasari keinginannya untuk dapat berinvestasi dan bekerja sama di sektor farmasi. 

Pada pertemuan terebut, Delegasi US-ABC dipimpin oleh Senior Vice President and Regional Managing Director US-ABC Ambassador Michael W. Michalak.

“Indonesia tidak akan membatasi investasi. Sebaliknya, Indonesia akan mengeluarkan kebijakankebijakan yang dapat mempermudah investasi dan menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama investasi,” tandasnya.

Selain itu, US-ABC mengajak bekerja sama dengan industriawan Indonesia yang memiliki kemampuan di bidang animasi dan pertelevisian yang disambut baik oleh Mendag.

Hal lain yang diutarakan US-ABC adalah keinginannya untuk dapat memberikan masukan atas rancangan undang-undang sumber daya air, isu keamanan sistem pembayaran dalam mengatur Gerbang Pembayaran Nasional (National Paymet Gateway/NPG), keterbukaan data, dan peraturan pemerintah mengenai e-commerce.

US-ABC menanyakan tanggapan Indonesia untuk bergabung dalam TPP Eleven. 

“Saat ini Indonesia masih terus fokus pada Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP),” jawab Enggar. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar