Pertemuan Menteri Ekonomi East Asia Summit (EAS), Mendag: Perkuat Integrasi Ekonomi Asia Timur

Redaksi: Senin, 11 September 2017 | 00.16.00



PASAY| HARIAN9
Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Australia, China India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen memperkuat integrasi ekonomi regional Asia Timur. Komitmen ini dicetuskan pada Pertemuan East Asia Summit (EAS) Economic Ministers ke-5 yang berlangsung hari ini, Sabtu (9/9) di Pasay, Filipina. 

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang memimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut.

“Para Menteri menyadari ketidakpastian ekonomi global masih akan menjadi tantangan. Para Menteri memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2017 akan meningkat menjadi 3,5 persen dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh sebesar 3,1 persen. Namun, dengan fondasi makroekonomi yang kuat dan berdaya tahan tinggi, para Menteri yakin dapat menghadapi tantangan tersebut. Untuk itu, para Menteri berkomitmen memperkuat integrasi ekonomi regional Asia Timur,” jelas Enggar.

Sementara itu, pada saat negara-negara lain fokus pada peningkatan ekspor, China justru tengah mempersiapkan eksibisi impor pertama tahun depan. “Pemerintah China mengundang semua negara untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut dan Pemerintah China akan memberikan fasilitas khususnya bagi negara-negara negara-negara kurang berkembang,” katanya.

Di tengah-tengah tarik menarik antara ekonomi terbuka dan proteksionisme, Indonesia akan bersikap hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional. 

“Saat ini dunia sedang mengalami perubahan dan kita akan menyikapi dengan hati-hati. Yang perlu diutamakan adalah kepentingan nasional,” tandasnya.

Sedangkan bagi Pemerintah Indonesia sendiri masih ada beberapa ratifikasi perjanjian perdagangan bebas yang perlu diselesaikan, seperti ASEAN-Australia dan Selandia Baru.

“Pemerintah berupaya menyelesaikannya tahun ini,” pungkasnya.

Pada pertemuan tersebut, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) telah menyampaikan paparannya mengenai perkembangan ekonomi regional dan global dengan menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas untuk fasilitasi perdagangan, mengatasi masalah-masalah terkait non-tariff measures (NTM), serta investasi di bidang konektivitas dan rantai produksi baru untuk membuat pertumbuhan ekonomi Asia berkelanjutan. 

Para Menteri menyambut baik kajian tersebut dan memberikan dukungannya agar dapat dilakukan kajian lebih lanjut.

Prospek ekonomi negara-negara yang tergabung dalam EAS sangat besar dengan produk domestik bruto (PDB) pada 2016 sebesar 43,67 triliun. Nilai perdagangan barang ASEAN-EAS sebesar USD.1,04 triliun atau sekitar 46,4 persen dari nilai total perdagangan ASEAN dengan negara-negara lain.

Adapun nilai investasi asing langsung (FDI) EAS ke ASEAN tercatat sebesar USD 44,8 miliar atau sekitar 46,3 persen dari total FDI di ASEAN. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar