Presiden Minta Jajarannya Berinovasi dalam Pembiayaan Infrastruktur

Redaksi: Jumat, 29 September 2017 | 14.05.00

Ilustrasi

SALATIGA| HARIAN9 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya untuk terus berinovasi guna mewujudkan target program infrastruktur pemerintah. Utamanya di bidang pembiayaan, seperti dalam mencari equity, modal kerja, hingga modal investasi. Hal itu disampaikannya pada peresmian jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga pada Senin, (25/09).  

"Jangan hanya tergantung pada simpanan bank. Bisa berpartneran. Bisa menjual obligasi. Bisa limited concession scheme. Semuanya banyak sekali bisa dilakukan," ungkapnya.

Seperti dikutip dari rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Presiden menambahkan bahwa saat ini bukanlah zamannya lagi untuk memiliki dan menyimpan aset yang telah selesai dibangun. 

Presiden juga telah meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar melakukan sekuritisasi aset.

“Kalau barangnya jadi, tol-nya jadi segera dijual, tapi tidak dijual langsung. Dijual 20 tahun, dapat uang bangun lagi di tempat lain. Tidak perlu memiliki tetapi bisa memanfaatkan, tetapi tetap milik kita. Barangnya juga di situ kok. Tetap milik pemerintah Republik Indonesia," katanya.

Target-target tersebut terus dikejar oleh pemerintah mengingat pentingnya pembangunan infrastruktur guna berkompetisi dengan negara lain. 

"Dengan infrastruktur seperti itu, kita bersaing dengan negara lain, competitiveness kita menjadi semakin kuat," tuturnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk mempercepat mobilitas orang dan barang serta menurunkan harga komoditas di Indonesia.

"Tujuannya ke sana, mobilitas orang, mobilitas barang lebih cepat akhirnya harga akan jatuh lebih murah," jelasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar