Retno Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perdamaian Dunia

Redaksi: Minggu, 24 September 2017 | 11.33.00

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, pada Pertemuan Tingkat Menteri “UN Alliance of Civilizations Group of Friends” di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, AS, pada Jum’at (22/9).  (Foto: kemlu)



NEW YORK| HARIAN9 
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, pada Pertemuan Tingkat Menteri “UN Alliance of Civilizations Group of Friends” di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, AS, pada Jum’at (22/9).

“Dengan 1,8 milyar generasi muda di dunia yang merupakan seperempat penduduk dunia dan memiliki kekuatan dan jejaring global melalui teknologi sosial media, generasi muda adalah agen perdamaian," kata Retno.

Pertemuan yang bertajuk “Youth Engagement: The Nexus to Building Inclusive Societies and Sustaining Peace” ini membahas tentang peran generasi muda dalam perdamaian. 

Pada pertemuan Retno mengingatkan bahwa generasi muda tengah terancam oleh paham radikalisme dan ekstrimisme, bahkan terorisme.

Diingatkannya, mengenai kewajiban semua pihak untuk melindungi generasi muda. 

“Kita harus lebih mendengarkan suara mereka. Kita harus bijak memenuhi kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Ada tiga poin penting dalam memastikan peran generasi muda sebagai agen perdamaian. Pertama, pendidikan adalah kunci yang sangat vital. Kedua, generasi muda harus terus diberikan dorongan dan akses untuk berpartisipasi dan berkontribusi terhadap masyarakat. Ketiga, kita perlu menciptakan masyarakat yang adil, inklusif dan damai.

Dijelaskannya juga berbagai kebijakan dan aktvitas diplomasi dalam memajukan peran pemuda sebagai agen perdamaian, diantaranya sebagai tuan rumah berbagai forum pemuda di tingkat regional dan global. 

Menutup pernyataannya, Menlu RI menandaskan,” Dengan 65 juta generasi muda, Indonesia terus berkomitmen untuk berkontribusi lebih besar”. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar











Komentar