Sebelum Dilakukan Transaksi Shabu Dioplos Dengan Mocin

Redaksi: Sabtu, 16 September 2017 | 15.44.00

Waka Polres Aceh Tamiang dan Tim Opsnal Resnarkoba menggelar Press Release di hadapan para wartawan. (Foto: Jasmani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9 
Wakil Kepala Kepolisian Resort (Waka Polres) Aceh Tamiang beserta Tim Opsnal Resnarkoba gelar press release dihadapan para wartawan terhadap Dua orang tersangka pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis Shabu, inisial AS alias Ari (40 Tahun) dan inisial AA alias Tana (41Tahun), Jumat (15/09/17).

Ke-duanya di ciduk oleh Tim Opsnal Resnarkoba Polres Aceh Tamiang di dua lokasi terpisah Rabu 13 September 2017, diantaranya tersangka inisial AS alias Ari ditangkap di dalam rumahnya, tepatnya di Dusun Bakti Kampung Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang pada pukul 12:00 WIB, dengan Barang Bukti (BB) Satu paket sedang shabu dibungkus plastik bening seberat 0,46 gram; Dua Puluh Empat paket kecil yang shabu dibungkus plastik bening seberat 1,63 gram; Satu buah Timbangan Digital merek Constant berwarna Silver; Satu buah handphone Samsung Lipat berwarna Putih; dan Satu buah Dompet warna Pink.

Dan tersangka inisial AA alias Tana ditangkap setelah dilakukan pengembangan dari interogasi tersangka Ari pada pukul 14:00 WIB, di rumah istri ke-duanya di Dusun Bukit Awe Desa Seunebok Kecamatan Langsa Timur Kotamadya Langsa, beserta barang bukti Satu paket Besar shabu dibungkus plastik bening seberat 99,34 gram; Satu paket kecil shabu dibungkus dengan plastik bening seberat 1,08 gram; Dua unit handphone Samsung Lipat warna Hitam dan Hitam Putih; serta Satu unit sepeda motor RX-King, berwarna Hitam tanpa Nomor Polisi.

Waka Polres Aceh Tamiang Kompol Wahyudi Sabhara yang didampingi Kasat Narkoba Iptu Wijaya Yudi Stira Putra, SH, dalam pelaksanaan Press release di ruang gedung Polres Aceh Tamiang memaparkan. 

"Tersangka inisial AS alias Ari mengakui sejumlah barang haram tersebut didapatnya dengan cara dibeli dari tersangka inisial AA alias Tana seharga Rp.3.500.000 per-satu gramnya kemudian dikemas menjadi paket kecil dan di jual kembali per-paketnya Rp.100.000," paparnya.

"Dalam pemeriksaan untuk pengembangan selanjutnya terhadap tersangka AA alias Tana, narkotika jenis shabu tersebut dibelinya dari seseorang yang berdomisili di luar Kabupaten Aceh Tamiang, nama serta indentitas telah kita kantongi untuk dilakukan pengejaran," tambahnya.

Pengakuan tersangka Tana juga, sebelum dijual kembali kepada pembeli lainnya, shabu tersebut dioplosnya untuk diolah kembali dan mencampur dengan bumbu dapur penyedap makanan (Mocin-red) dengan perbandingan Satu ons shabu di tambah Dua bungkus Mocin.

Kedua tersangka mengaku nekat melakukan pengedar shabu karena sulitnya ekonomi dan karena tidak ada pekerjaan tetap.

"Perbuatan ke-dua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 Tahun masa kurungan," ucapnya.

"Dari awal bulan Januari 2017 sampai dengan bulan September 2017, Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tamiang sudah menangani sejumlah 82 kasus dengan total keseluruhan barang bukti yang telah disita sebanyak 18.6 kg Narkotika jenis ganja, shabu dan pil ekstasi," sebutnya. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar 






Komentar