Tahanan Mapolsek Batangtoru Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri

Redaksi: Selasa, 05 September 2017 | 02.25.00

Personil Polsek Batangtoru dibantu Unit Identifikasi TKP Satuan Reserse Kriminal Polres Tapsel melakukan pemeriksaan terhadap korban yang merupakan tahanan Mapolsek Batangtoru yang ditemukan tewas gantung diri bunuh diri di sel tahanan Mapolsek Batangtoru, Minggu (3/9) sekira pukul 21.20 WIB.  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Seorang tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Batangtoru ditemukan tewas diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar sel tahanan setempat dengan menggunakan kaos dalam yang diikat pada jerejak besi pada pentilasi udara sel tahanan, Minggu (03/09) sekira pukul 21.20 WIB.

Korban yang diketahui bernama Rifzal Siregar (25) pekerjaan buruh bangunan penduduk Desa Napa Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) merupakan tahanan dalam kasus pidana pencurian rumah kosong di Kecamatan Batangtoru dan juga tersangkut dalam kasus penganiayaan terhadap anggota Polri Bripda Khairil Fadli beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun, Senin (4/9) menyebutkan, korban ditemukan anggota Polsek Batangtoru yang bertugas mengecek tahanan sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan leher terikat kaos dalam dan tergantung dengan cara terikat di jerejak besi pentilasi udara sel tahanan.

“Korban ditemukan sudah tewas diduga gantung diri, padahal korban tidak pernah mengeluh mempunyai masalah baik dengan keluarga mau pun rekan-rekannya dan keluarga,“ ujar salah seorang anggota Polsek yang namanya tidak bersedia disebutkan.

Kapolres Tapsel AKBP. M. Iqbal Harahap, S.Ik, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP. Cahyandi, SH yang dikonfirmasi terkait tewasnya tahanan di sel tahanan Mapolsek Batangtoru tersebut mengatakan korban tewas murni gantung gantung diri dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Medan untuk di otopsi, di samping itu juga kita meminta keterangan dari angggota Polssek yang bertugas saat itu,“ ujar Cahyandi. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar