Tambang Emas Martabe Batangtoru Raih ISDA 2017

Redaksi: Sabtu, 16 September 2017 | 06.01.00

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy menerima penghargaan di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017, yang penyerahan penghargaan berlangsung di Smesco Convention Hall, Jakarta, Kamis (14/9).  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
PT Agincourt Resources, selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) , meraih penghargaan di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017, yang penyerahan penghargaan berlangsung di Smesco Convention Hall, Jakarta, Kamis (14/9).

ISDA 2017 diberikan berdasarkan pada pemenuhan kriteria program pemberdayaan masyarakat terhadap 17 SDGs oleh PBB. Penghargaan serupa telah diselenggarakan oleh CFCD sejak 2010. Pada tahun ini total terdapat 43 perusahaan dari sektor pertambangan, energi, industri manufaktur dan jasa yang bersaing mendapatkan penghargaan.

Penghargaan yang diberikan berkat terlaksananya tujuh program pemberdayaan masyarakat yang diusung oleh ISDA merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas..

Ketujuh penghargaan tersebut meliputi empat penghargaan platinum yang diberikan untuk program pemberdayaan Naposo Nauli Bulung (NNB) atau para pemuda lokal melalui pengelolaan sampah terpadu, program air bersih, program pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan) penangkar padi dan program ekstensifikasi jagung pipil serta pertanian padi organik.

Satu penghargaan Gold diberikan untuk program Taman Baca Anak (TBA) dan dua penghargaan Silver diberikan untuk program revitalisasi Posyandu dan program sentra usaha oleh-oleh Bagasta.

“Tahun ini, Tambang Emas Martabe mengunggulkan tujuh program untuk mendukung enam kategori sasaran pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),“ ujar Presiden Direkur PT Agincourt Resources Tim Duffy, Jumat (15/9).

“Adapun, di Indonesia, penerapan dan pencapaian SDGs didukung oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden No.59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Berdasarkan data CFCD, rata-rata 80 persen dana CSR perusahaan yang direalisasikan setiap tahun sudah mengarah pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat,“ jelas Tim Duffy

Dikatakannya, Tambang Emas Martabe memahami bahwa kesuksesan jangka panjang tambang sangat bergantung pada dukungan dan kepercayaan masyarakat dimana kami beroperasi. Kami terus menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memiliki manfaat sosial jangka panjang.

“Terima kasih atas penghargaan yang kami terima, kami tentu akan mempertahankan yang sudah baik dan terus memacu diri untuk berkontribusi lebih pada pengembangan masyarakat lingkar tambang yang berkelanjutan,“ ucapnya.

Lebih lanjut Tim Duffy menjelaskan, saat ini terdapat 15 desa yang berada di wilayah operasional Tambang Emas Martabe dengan total penduduk 20.000 orang. 

Sebagian besar bermata pencaharian di bidang pertanian, diikuti oleh perdagangan dan jasa. Masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang cukup baik, meski perlu peningkatan dari sisi kualitas.

“Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat inilah yang menjadi dasar bagi kami untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Saat ini kami fokus memberdayakan masyarakat pada beberapa sektor yakni kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, dan pengembangan usaha lokal, sekaligus terus mendukung berbagai nilai-nilai dan adat istiadat masyarakat lokal,“ tutup Tim Duffy. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

                                                                                   



Komentar