Tujuh Program Pemberdayaan Masyarakat Tambang Emas Martabe

Redaksi: Sabtu, 16 September 2017 | 06.31.00



TAPSEL| HARIAN9
PT Agincourt Resources, selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), telah melaksanakan tujuh program pemberdayaan masyarakat yang diusung oleh Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) ISDA.

Ketujuh penghargaan tersebut meliputi empat penghargaan platinum yang diberikan untuk program pemberdayaan Naposo Nauli Bulung (NNB) atau para pemuda lokal melalui pengelolaan sampah terpadu, program air bersih, program pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan) penangkar padi dan program ekstensifikasi jagung pipil serta pertanian padi organik.

Satu penghargaan Gold diberikan untuk program Taman Baca Anak (TBA) dan dua penghargaan Silver diberikan untuk program revitalisasi Posyandu dan program sentra usaha oleh-oleh Bagasta.
           
Corporate Communications Senior Manager Katarina Siburian Hardono, Jum,at (15/9) mengatakan, untuk program pemberdayaan NNB melalui pengelolaan sampah terpadu dimulai sejak Mei 2016. 

Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat khususnya para pemuda bahwa jika sampah dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomis seperti menjadi pupuk organik. Sampah yang dikelola berasal dari Pasar Batangtoru dan produksi pupuk organik digunakan kembali oleh kelompok tani binaan Tambang Emas Martabe.

Program air bersih merupakan hasil kerja sama Tambang Emas Martabe dengan Pemerintah Kabupaten Tapsel dengan memanfaatkan sumber air di Desa Padang Lancat. Saluran air bersih dibangun sepanjang 16 km dan berkapasitas 20 liter per detik. Air bersih didistribusikan kepada 2.500 orang di tujuh desa di Kecamatan Batangtoru.

Di sektor pertanian, untuk program kelompok tani penangkar padi, Tambang Emas Martabe membina Kelompok Tani Permata Hijau di Desa Sipenggeng yang berhasil melakukan penangkaran bibit padi sejak Februari 2016. Tak hanya itu, pada Juli 2016, produk padi unggul varietas INPARI 9 label biru tersebut sebagian besar diserap oleh PT Pertani. 

Sementara itu, beras organik dihasilkan oleh Kelompok Tani Aek Pahu di Desa Napa. Beras organik ini bahkan sudah diuji oleh laboraturium Sucofindo.

Untuk budidaya jagung pipil, Tambang Emas Martabe telah memberdayakan Kelompok Tani Mulia Bakti di Desa Sumuran sejak 2016 dengan luas lahan 15 hektare. Pada awal tahun ini, poktan tersebut berhasil menjual jagung pipil perdana sebanyak 14 ton ke PT Charoen Phokpand.

Pada sektor pendidikan, Tambang Emas Martabe hingga awal tahun ini telah membuka 14 TBA. Perusahaan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pengelola. Tercatat total kunjungan ke seluruh TBA mencapai lebih dari 17.000 kunjungan. 

Tak hanya menyediakan bacaan, TBA juga memiliki berbagai program pengembangan keterampilan dan seni seperti menari, mendongeng, dan menyanyi. Setiap tahun, Tambang Emas Martabe juga menyelenggarakan Pentas Seni TBA.

Pengembangan usaha lokal melalui Bagasta merupakan hasil kerjasama Tambang Emas Martabe dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) binaan PKK Batangtoru. Bagasta merupakan pusat penjualan berbagai jenis kue dan oleh-oleh ibu-ibu rumah tangga KUBE. 

Bagasta memungkinkan para ibu untuk mendongkrak perekonomian keluarga melalui keahlian membuat kue.  (Wan9) 
Editor: Mardan H Siregar

                                                                                   


Komentar