Yohana Terima Penghargaan dari USF Kanada

Redaksi: Minggu, 17 September 2017 | 14.41.00

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembise saat menerima penghargaan Simon Fraser University Outstanding Alumni Awards di bidang pelayanan publik.  (Foto: kemlu)

VANCOUVER, KANADA| HARIAN9
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembise menerima penghargaan Simon Fraser University Outstanding Alumni Awards di bidang pelayanan publik. 

“Doktor Yembise telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui advokasi akses pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial,” kata Profesor Andrew Petter, Presiden (Rektor) Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Rabu (12/9) lalu.

Penghargaan itu diserahkan di sebuah acara Gala Diner di hotel Four Seasons yang dihadiri sekitar 300 alumni USF, para pejabat universitas dan CEO perusahaan-perusahaan terkemuka di Provinsi British Colombia.

Yohana, peraih gelar Master of Arts di Fakultas Pendidikan USF pada tahun 1994 itu juga mendapatkan penghargaannya karena dinilai telah berhasil menepis mitos di seputar keterbatasan gender

Dalam pidato penerimaannya, Yohana mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya adalah untuk Indonesia. 

“Penghargaan ini untuk perempuan Indonesia khususnya perempuan Papua agar terus bangkit dan pantang menyerah mengapai cita-cita,” katanya.

Beberapa program Menteri yang dianggap berhasil oleh salah satu Universitas papan atas di Kanada itu, antara lain, pemetaan masalah perempuan dan anak, inisiatif untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, penyelundupan perempuan dan menghilangkan tantangan ekonomi bagi perempuan, serta pengembangan “kota ramah anak”.

SFU Outstanding Alumni Awards merupakan penghargaan prestisius yang diberikan sejak tahun 1983. Selain Menteri Yohana, penerima penghargaan tahun ini adalah Gary Cristall (Co-founder Vancouver Folk Music Festival), Dr. Nathan Nunn (professor Universitas Harvard dan salah satu dalam “25 Ekonom di bawah 45″ versi International Monetary Fund) dan Frode Strand-Nielsen (pensieri FSN Capital, perusahaan ekuiti terpesat di Eropa).

Jumlah alumni USF di seluruh dunia mencapai lebih dari 150 ribu orang, yang 174 di antaranya adalah orang Indonesia. Saat ini terdapat 94 mahasiswa asal Indonesia sedang menempuh pendidikan di USF.

Konsul Jenderal RI di Vancouver Sri Wilujeng mengaku turut bangga terhadap penghargaan untuk Menteri Yohana.

Sedangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Kanada Suwartini Wirta memandangnya bukan sekedar sebagai penghargaan untuk salah satu alumni USF. 

“Penganugerahan ini juga merupakan pengakuan terhadap berbagai inisiatif Pemerintah Indonesia dalam mengedepankan kesetaraan gender dan perlindungan anak,” katanya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar