Ziarah Jejak Nabi di Thaif

Redaksi: Jumat, 08 September 2017 | 08.48.00

Masjid Addas di Thaif. (Foto: kemenag)


THAIF| HARIAN9
Tak ada yang istimewa dengan Masjid Addas, kecuali menyiratkan jejak perjuangan Nabi Muhammad kala membawa misi agama baru bagi jazirah Arab, Islam. Berbeda dengan masjid-masjid di Madinah dan Mekah yang sangat familiar bagi jemaah Indonesia, jejak Nabi di Thaif tak banyak diketahui.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet,  Kiai Asep Saifuddin Halim, Kamis siang (07/09) membawa jemaah haji berziarah ke Thaif. Dalam pengakuannya, tidak ada jemaah Indonesia yang ke Thaif. Pada umumnya KBIH mengajak jemaahnya berziarah ke Jeddah pasca pelaksanaan haji.

"Thaif belum menjadi tujuam ziarah. Mungkin belum dikenal. Tapi juga karena pimpinan KBIH tidak punya link dengan agen-agen travel di sini," jelasnya.

"Sebenarnya banyak lokasi ziarah bagus di Thaif. Selain Masjid Addas, ada jejak Nabi di Masjid Kuk (Kaw' = sikut). Tempat ziarah lain adalah Masjid Abdullah bin Abbas," tambahnya.

Namanya Masjid Kuk. Tapi sesungguhnya hanya penanda berupa bangunan kecil berbatu bata sangat sederhana. Di dalamnya ada ruangan kecil yang bisa digunakan untuk shalat beberapa orang. Kondisinya tak terawat. Berada di kaki sebuah bukit yang dipercayai sebagai tempat Nabi beristirahat saat ke Thaif kedua kalinya.

Menurut penuturan Majid Abdullah, pemandu wisata di Thaif, di lokasi itu pernah terjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi beristirahat sambil meletakkan kepalanya dengan penguat siku tangannya di atas batu. Tiba-tiba batu itu ambles. Di tempat itulah kemudian diberi tanda dengan didirikan masjid dengan nama Kuk (Kuw').

Sebagai kota dengan cuaca bersahabat, Thaif seakan oase bagi peziarah haji tahun ini yang terpapar cuaca panas di Makkah dan Madinah. Dengan kontur tanahnya yang berbukitan dan lembah, Thaif menawarkan tempat istirahat yang menyenangkan. 

Tak heran bila penduduk Saudi yang berasal dari kota besar seperti Makkah, Jeddah, dan sekitarnya memilih Thaif sebagai tempat berlibur dan rekreasi keluarga. Apalagi di malam Jum'at yang menjadi hari libur esok harinya, menikmati udara dingin nan sejuk sambil menikmati sore di bebukitan Thaif adalah waktu yang tak terlupakan.

Sembari berziarah, Thaif menyajikan kuliner dan pusat perbelanjaan yang ramai. Pasar buah segar beraneka warna dan jenis pastilah membuat mata terpesona dan tenggorokan mencecap ludah. Delima, anggur, tin, jeruk, dan tentu kurma muda dapat Anda pilih dan langsung bisa dimakan di pinggiran bebukitan menikmati senja. 

Bagi yang suka belanja, jenis parfum khas Thaif dari bunga mawar (rose parfume) tersaji berderet di sepanjang jalan, tinggal memilih yang disukai sesuai isi kantong. Dan sebelum pulang, pastikan melengkapi ziarah Anda dengan menyeruput teh manis dengan daun niknak yang disajikan secara khas di jalan-jalan kota Thaif. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar