6 Tahun DDS, Kemendag Siap Tampilkan Produk Kolaborasi Desainer dan Pelaku Usaha di TEI 2017

Redaksi: Selasa, 03 Oktober 2017 | 21.26.00



JAKARTA| HARIAN9 
Kementerian Perdagangan memberikan apresiasi atas tercapainya kegiatan pendampingan desain oleh desainer anak bangsa yang dikolaborasikan dengan pelaku usaha kerajinan di berbagai daerah. 

Kegiatan ini dilakukan melalui program Designers Dispatch Service (DDS). Produk hasil kolaborasi tersebut akan dipamerkan pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 yang akan berlangsung pada 11-15 Oktober 2017 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten.

“Kegiatan DDS 2017 kali ini merupakan kegiatan yang ke-6 sejak pertama kali DDS diinisiasi pada tahun 2012. DDS merupakan kegiatan unggulan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN). DDS adalah implementasi dari program Indonesia Design Development Center (IDDC), yaitu pengembangan desain yang menempatkan desainer dan pelaku usaha sebagai ujung tombak dalam meraih pasar yang tepat. Hal ini sesuai dengan tupoksi DJPEN yaitu meningkatkan nilai ekspor nonmigas,” jelas Direktur Jenderal PEN Arlinda.

Disampaikannya, dalam DDS para desainer telah dibekali keterampilan dalam membaca pasar melalui fasilitas yang telah disediakan di IDDC, yaitu Euro Monitor dan Stylus.  Sementara itu, sebagai kelanjutannya para pelaku usaha menindaklanjuti permintaan pasar melalui transaksi bisnis dan produksi. 

Kedua hal ini menghasilkan kolaborasi dalam mengembangkan dan mencerna pasar, sehingga mampu menghasilkan desain produk sesuai dengan permintaan atau selera pasar, terutama pasar ekspor.

“DDS merupakan sebuah media untuk meningkatkan desain citra bangsa dalam keberagamannya. Pengolahan material dan sumber daya lainnya dilakukan menjadi sebuah produk unggulan dan kompetitif. Selain itu, melalui DDS diharapkan dapat menumbuhkan citra bangsa melalui desain produk yang berkualitas. Sehingga, produk yang berkualitas tersebut akan turut mengangkat profesi desainer yang pada akhirnya dapat dikenal dan sejajar kualitasnya dengan desainer mancanegara lainnya,” ungkap Arlinda.

DDS 2017 mengusung tema “Menuju Desain Nusantara yang Berkualitas” yang melibatkan 12 desainer dan 24 pelaku usaha yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Program DDS tahun ini didanai oleh beberapa skema dimana kegiatan DDS 14 pelaku usaha di 7 dari 11 wilayah
(Palembang, Bogor, Tasikmalaya, Boyolali, Denpasar, Palu dan Jayapura) didanai oleh anggaran negara, 8 pelaku usaha di tiga wilayah (Banda Aceh, Trenggalek dan Cilacap) didanai oleh anggaran dari masing-masing pemerintah daerah dan 2 pelaku usaha di satu daerah (Jakarta) didanai oleh PT. Sarinah.

Produk yang akan ditampilkan dalam TEI nanti adalah produk home living yang mengangkat kearifan lokal, baik dari sisi bahan baku maupun budaya khas dari daerah tersebut. 

Sebagai contoh, produk kursi rotan dari Aceh. Kursi rotan Aceh mengambil filosofi pintu Aceh yang merupakan ciri khas daerah Aceh yang sangat kuat dan terkenal sebagai Serambi Mekah. 

Produk yang dibuat oleh Rotan Furniture dan Kraftologie ini menampilkan kursi rotan. Selain itu juga akan menampilkan standing lamp dan side table dengan sentuhan patch work pada cushion dan material pendukungnya.

Produk lainnya yang akan tampil adalah perhiasan dari Sudana Silver yang berasal dari Denpasar. Produk perhiasan ini mengangkat tema bunga Frangipani dan Dewi Sri yang menjadi inspirasi produk anting, cincin dan penjepit uang. 

Pada kesempatan ini juga akan tampil lampu gantung dari Papua dengan material utamanya adalah koteka. Beberapa produk lainnya juga akan tampil dan tidak kalah menarik dengan konsep kearifan lokal dari masing-masing daerah. (rel/03) 
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar