61 Produk Ikuti Penjurian Tahap II Good Design Indonesia

Redaksi: Sabtu, 07 Oktober 2017 | 07.34.00



JAKARTA| HARIAN9
Ajang Good Design Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) saat ini memasuki proses Penjurian Tahap II. Penjurian Tahap II berlangsung hari Jumat, 6 Oktober 2017 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

“Dari 134 produk yang didaftarkan secara online, sebanyak 61 produk dinyatakan lolos dan berhak mengikuti seleksi tahap II pada hari ini. Pengumuman seleksi tahap II ini akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2017,” jelas Direktur Jenderal PEN Arlinda di Jakarta hari ini (6/10).

Produk-produk tersebut, lanjut Arlinda, yaitu 27 produk untuk kategori Home Decor; 18 produk untuk kategori Aksesoris dan Gaya Hidup; 4 produk untuk kategori Peralatan Rumah Tangga dan Kantor; 4 produk untuk kategori Elektronik; 3 produk untuk kategori Kemasan; 2 produk untuk kategori Transportasi; dan 2 produk untuk kategori Grafis.

Disampaikannya, pada proses ini terlibat tim juri dari Tama Art University, Jepang, Hiroaki Watanabe, serta sembilan tim juri dari Indonesia yang mewakili berbagai asosiasi dan instansi terkait desain.

Sementara itu, kesembilan tim juri asal Indonesia adalah Ganef Judawati dari Kemendag; Adhi Nugroho dan Andrie Trisaksono dari Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII); Dahlia Zinnia Nizar dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesai (ADGI); Deddy Wahjudi dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI); Harry Rahmat Daradjat atau yang terkenal dengan nama Ai Syarif dari Femina Group; Mira Prihatini dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII); Pradipto Sugondo dari PT. Astra Daihatsu Motor; dan Sakti Makki dari MakkiMakki Strategic Branding Consultant.

Sebelumnya, Penjurian Tahap I dilaksanakan pada 13-14 September 2017, di Indonesia Design Development Centre (IDDC), Slipi, Jakarta Barat.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para pemenang Good Design Indonesia 2017, serta untuk mempublikasikan komitmen dan dukungan Kemendag terhadap pengembangan potensi desain di Indonesia, Kemendag juga akan mendirikan Paviliun Good Design Indonesia selama penyelenggaraan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32. 

TEI 2017 akan berlangsung pada 11-15 Oktober 2017, di Hall 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

Rangkaian kegiatan Good Design Indonesia selanjutnya adalah Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Presiden Japan Institute of Design Promotion pada 11 Oktober 2017 di ICE BSD.

Pada tanggal dan tempat yang sama, juga akan diselenggarakan Seminar Good Design Awards yang akan menghadirkan narasumber dari pihak Japan Institute of Design Promotion dengan fasilitasi dari Jetro.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan Good Design Indonesia 2017, akan dilakukan Penyerahan Penghargaan oleh Menteri Perdagangan kepada satu orang pemenang Good Design Indonesia of the Year dan enam Good Design Indonesia Best. 

Penyerahan penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan acara penutupan pameran TEI ke-32 pada 15 Oktober 2017.

Good Design Indonesia merupakan sebuah pengakuan yang diberikan kepada hasil karya desain terbaik Indonesia, diadaptasi dari model seleksi desain “G-Mark” Jepang yang telah dikenal secara global. 

Melalui penyelenggaraan Good Design Indonesia diharapkan agar produk-produk Indonesia yang berbasis desain dapat memperoleh pengakuan global.

Good Design Indonesia 2017 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal PEN Kemendag, bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP), dan difasilitasi oleh Japan External Trade Organization (Jetro).

“Desain menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya saing produk, antara lain pada produk–produk fesyen, perhiasan, home decor, furnitur, dan kerajinan. Oleh karena itulah, penciptaan desain yang kreatif dan inovatif sesuai dengan tren dan selera pasar internasional yang sedang diminati saat ini merupakan bagian dari upaya peningkatan ekspor,” tandas Arlinda. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar