BBPOM Komitmen Dalam Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Ilegal di Medan

Redaksi: Kamis, 05 Oktober 2017 | 21.56.00



MEDAN| HARIAN9
Seiring maraknya peredaran obat-obatan ilegal yang beredar dan penyalahgunaan obat saat ini menjadi ancaman serius. Apalagi banyak kasus peredaran obat ilega yang efeknya banyak menjadi korban. 

Untuk itulah dibentuk Satgas Operasional Bersama agar pelaku mudah diindikasi dan diberikan tindakan tegas.

Hal itu dikatakan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Yulius Sacramento Tarigan, pada kegiatan dukungan dan komitmen stakeholder dalam aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat ilegal di Medan, Rabu (04/10/2017).

"Modus penyalahgunaan obat sama seperti mafia narkoba, awalnya korban dikasi gratis. Diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Supaya penyalahgunaan obat tidak terjadi lagi khususnya di Sumut," katanya.

Ditambahkannya, BPOM juga telah bersinergi dengan BNN, Kepolisian dan Kejaksaan agar pelaku penyalahgunaan obat dilakukan penahanan dan dituntut lebih tinggi. Upaya ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku penyalahgunaan obat.

"Kita komitmen akan sinergi, supaya penuntutan dan vonisnya memberikan efek jera dan tingkat BNN dan Kejaksaan pelaku ditahan. Ke depannya jika produk bermasalah kita tindak tegas dengan menutup sarana. Jadi sekarang tidak ada konfromi," paparnya.

Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut, Amin Wijaya menambahkan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan obat, maka akan ditingkatkan penyuluhan ke semua anggota GP Farmasi. 

"Kami dari GP Farmasi mendukung 100 persen komitmen pemberantasan penyalahgunaan obat. Modus penyalahgunaan obat saat ini luar biasa. Seperti pil PCC itu, padahal di 2013 sudah dilarang, tapi ternyata ditemukan beredar di Sumut. Ini memang harus ditindak," ujarnya.

Diakuinya, masih banyak apotek di Sumut yang tidak menjadi anggota GP Farmasi. Karena itulah Amin berharap sarana penjualan obat lainnya agar bergabung menjadi anggota GP Farmasi.

"Memang ada kesulitan, karena dari 900 apotik di sumut,paling sekitar 20 persen apotik yang menjadi GP Farmasi.Harapan kita apotik lain bisa menjadi anggota," pungkasnya. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar