Waduk Karian untuk Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Air

Redaksi: Minggu, 08 Oktober 2017 | 01.42.00

Ilustrasi

BANTEN| HARIAN9 
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Karian yang berlokasi di Kelurahan Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (04/10). 

"Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede," ungkap Presiden.

Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi dan menjadi salah satu proyek strategis nasional 2015-2019.  Pembangunannya menggunakan sumber dana APBN dengan anggaran Rp.1,07 triliun. 

Bendungan memiliki kapasitas tampung sebesar 314,7 juta meter kubik untuk meningkatkan pasokan air bagi lahan pertanian seluas 22.000 hektare di Provinsi Banten. 

Produksi gabah diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 162.800 ton per tahun senilai Rp.500 miliar dengan terjaminnya air irigasi dari bendungan. 

Selain itu, bendungan menghasilkan listrik sebesar 1,8 MW bagi 10.000 kepala keluarga yang berada di 40 desa atau 4 kecamatan di sekitar bendungan, serta untuk pengendalian banjir.

"Selain irigasi, bendungan ini akan menyuplai kebutuhan air untuk kebutuhan rumah-tangga, perkotaan dan industri di tujuh Kota/Kabupaten yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serpong, Kabupaten Lebak, dan wilayah barat Provinsi DKI Jakarta. Selama ini pasokan air baku ke Jakarta berasal dari timur Jakarta yakni Bendungan Jatiluhur," kata Menteri PUPR.

Masterplan pipa air saat ini sedang dikaji dan akan disusun studi kelayakannya bersama K-Water dari Korea Selatan untuk dibangun dengan skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sampai saat ini, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan 33 bendungan dari 49 yang direncanakan. Tahun depan akan dimulai 11 bendungan lagi dan sisanya tahun 2019. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar