BPJS Kesehatan Gelar Sarasehan Bersama TNI

Redaksi: Rabu, 11 Oktober 2017 | 16.48.00




MEDAN| HARIAN9
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan ngencar terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan semua masyarakat tentang manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya untuk anggota TNI.

 “Acara sarasehan ini juga sekalian untuk mensosialisasikan akan tentang kebijakan terbaru BPJS Kesehatan, pemanfaatan, optimalisasi serta mekanisme pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), khususnya bagi anggota TNI,” kata Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJKS Kesehatan, Arief Syaefuddin, pada acara sarasehan dan sosialisasi kepada TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, di Medan, Rabu (11/10/2017).

Diungkapkan Arif,bahwasannya kerjasama BPJS Kesehatan dengan TNI bukan hanya berkaitan dengan kepesertaan, tetapi juga pelayanan kesehatan. Program JKN-KIS harus didukung fasilitas yang cukup dan itu menjadi tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah, swasta dan jajaran TNI.

 “Banyak RS TNI yang sekarang ini dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Ada FKTP dan FKRTL milik TNI yang dimanfaatkan masyarakat umum. Ini bentuk fugsi TNI dalam upaya mensukseskan program ini JKN-KIS,” katanya.

Ditambahkan, sosialisasi kepada mitra rutin dilaksanakan untuk update terhadap program-program BPJS Kesehatan, untuk peningkatan pelayanan kepada peserta.

“Tujuannya agar peserta mendapat manfaat sesuai haknya melalui sistem prosedur  yang benar. Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang muncul di media masa diakibatkan karena peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan dan sebagainya,” ujarnya.

Deputi Wilayah Sumut&Aceh dr Budi Mohamad Arief menuturkan, peran TNI di bidang kesehatan semakin berkembang dengan adanya program JKN-KIS. Yakni dengan bertumbuhnya fasilitas kesehatan (faskes) TNI, baik faskes primer maupun faskes lanjutan untuk dimanfaatkan masyarakat.

 “Kalau semua unsur, TNI, Pemda, semua bergerak bersama, maka tekad kita untuk mencapai universal coverage pada 2019 akan semakin mungkin diwujudkan,” ujarnya.

 Mewakili Pangdam I/BB, Kolonel Ckm Dr Purwo Setyanto menyebutkan, saat ini kepesertaan BPJS prajurit TNI di jajaran Kodam I/BB mencapai 99,86 persen. Ia menuturkan, dengan adanya porgam JKN KIS semakin memudahkan prajurit TNI dalam memperoleh layanan kesehatan. Terutama prajurit yang bertugas di daerah terpencil.

“Dengan sistem BPJS ini, anggota kami yang tersebar di daerah terpencil, kalau ada masalah kesehatan tidak harus dirujuk ke Putri Hijau. Bisa menggunakan faislitas di daeah, di RSUD,” ujarnya.

Purwo juga menyampaikan beberapa permasalahan yang kerap dihadapi anggotaTNI dengan program JKN-KIS. Misanya saja mengenai tugas yang selalu berpindah-pindah.

“Kami selalu berganti, mulai dari tamtama, bintara. Kartu saya saja, terdaftar masih di Pekan Baru,” karena saat 2012 saya masuh bertugas di Pekan Baru pungkasnya.

Sementara Kabidyankes Puskes TNI AD, Kolonel Ckm Dr Noch Tiranduk Malisa menambahkan, TNI sebagai salah satu peserta BPJS yang paling paripurna. Selain sebagai peserta, TNI juga memiliki fasilitas kesehatan dan SDM kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

Acara Sarasehan tersebut juga dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan Edvine, Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan Ari Dwi Aryani dan ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai.(jae9)

Komentar