Dandim 0824 Jember Bersama 10 Ribuan Warga Nobar Film G30S PKI

Redaksi: Minggu, 01 Oktober 2017 | 06.37.00


JEMBER| HARIAN9      
Komandan Kodim (Dandim) 0824 Letkol Inf Rudianto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember dan 10 ribuan warga masyarakat mengikuti nonton bareng (nobar) film G30S PKI di Alun alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Hal itu sebagai salah satu pernak-pernik Menyambut Hari Kesaktian Pancasila Di Kabupaten Jember.  

Ternyata pelaksanaan nobar Film Penghianatan G30S/PKI ini mendapatkan tanggapan yang sangat antusias oleh masyarakat Jember. Secara obyektif dilihat dijajaran Koramil yang banyak dimintai oleh masyarakat untuk nonton bareng (nobar) dilingkungannya.

Demikian juga satuan-satuan TNI seperti Brigif Raider 9/2 Kostrad, Yonif Raider 509, Yon Armed 8/105 Tarik, Yonif Raider 515, Secaba Rimdam V/Brw maupun Rumkit TK III Jember yabg juga dibanjiri masyarakat saat melaksanakan nobar di markasnya masing-masing.

"Itu menunjukkan bahwa masyarakat Jember sangat merindukan diputarnya kembali film yang sarat dengan pembuktian sejarah Penghiatanatan G30S/PKI terutama yang terjadi pada tahun 1965 yang melakukan pemnunuhan terhadap para ulama maupun para petinggi TNI," ujar Lekol Inf Rudianto disela kegiatan nobar tersebut, Sabtu (30/9/2017) malam.

Selain Dandim 0824 Letkol Inf Rudianto sebagai inisiator acara Beserta Ny. Mia Rudianto, hadir Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo beserta ibu, Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto, Danyon Raider 509 Mayor Inf La Ode M Nurdin dan para Dansat jajaran TNI lainnya serta Suami Bupati Jember H Abdul Rochim.


Suasana Alun-alun Jember yang pada malam minggu selalu ramai pengunjung pada malam dilaksanakannya Nobar tersebut langsung terkonsentrasi ditempat nobar yang ditempatkan di sepanjang jalan Sudirman depan Pemkab Jember.

Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto dalam sambutanya menyampaikan, dilakukannya pemutaran film ini diharapkan dapat disimak dengan baik dapat mewaspadai gerakan PKI itu harus dimatikan sehingga tidak berkembang kembali.  

"Jadi kita sepakat bahwa musuh kita adalah faham komunis atau PKI yang ingin menggantikan idiologi Pancasila, sebagai satu-satunya idiologi Bangsa Indonesia. Pancasila harus kita pertahankan!," tegasnya.

Pantauan yang dilakukan, pemutaran film G30S PKI ini luar biasa pengaruhnya kepada generasi muda. Salah satu pemuda yang berhasil diwawancarai Ridho Hafit Fakih (22 tahun) warga Desa Kemiri Kecamatan Panti Jember mengatakan, dirinya sangat setuju karena mengingatkan generasi muda akan sejarah perjuangan bangsa. Berharap setelah menonton film ini seluruh generasi muda tidak terjerumus pada faham.komunis, radikal dan lain-lain. Tetap yakin bahwa Pancasila adalah idiologi  paling tepat bagi Bangsa Indonesia dan harus selalu dipertahankan.

"Menpertahankan Pancasila dan NKRI itu harga mati," tegasnya.

Demikian Diniatul Fitria  (17 Tahun) siswi  SMK Analis Patrang Jember menyatakan, pemutaran film G30S PKI ini mengingatkan kita akan perjuangan Bangsa Indonesia, dan saya sangat prihatin melihat keluarga korban. Harapannya mengingatkan generasi muda lebih ingat bahwa idiologi yang pantas bagi Bangsa Indonesia adalah Pancasila dan jangan sampai tergantikan oleh faham komunis ataupun faham lainnya. 

Malam itu memang terlihat kesan luar biasa sangat dirasakan warga Jember. Disamping penonton bertahan hingga akhir cerita film Penghianatan G30S/PKI itu, usai nobar lokasi langsung dibersihkan oleh penonton itu sendiri karena paginya tempat tersebut sudah harus bersih untuk melaksanakan Upacara Peringatan Kesaktian Pancasila.

Menyikapi sambutan antusias dan sangat positif dari pemutaran film G30S/PKI baik dijajaran Koramil maupun disatuan-satuan TNI lainnya Komandan Kodim 0824 Jember sekali lagi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Masyarakat Jember, karena hal tersebut tidak hanya isapan jempol saja tetapi nyata dilapangan. (rel/sis24)


Komentar