Duta Transformasi Harus Mampu Menjadi Wajah Kementerian Keuangan

Redaksi: Senin, 02 Oktober 2017 | 19.36.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan arahannya dalam acara workshop Duta Transformasi Kementerian Keuangan yang bertemakan "Synergy in Diversity” di Aula Djuanda, Jumat (29/09). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berpesan agar para Duta Transformasi tidak hanya mampu berkomunikasi dan mengkomunikasikan transformasi yang terjadi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetapi juga mampu menjadi role model bagi seluruh institusi. Hal ini disampaikannya dalam acara workshop Duta Transformasi Kementerian Keuangan yang bertemakan "Synergy in Diversity” di Aula Djuanda, Jumat (29/09).

Menurutnya, Duta Transformasi harus mampu menjadi wajah Kementerian Keuangan dan menjelaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami APBN. 

"Apabila Kemenkeu bisa membuktikan sebagai institusi yang efisien, dan jika di zoom terhadap kepentingan nasional, maka hal yang anda lakukan akan sangat berpengaruh pada perkembangan ekonomi nasional," ujar Menkeu.

Disampaikannya, bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan transformasi. Pertama, transformasi itu harus dapat diukur untuk diketahui hasilnya. 

Kedua, Duta harus dapat menganalisa dan memahami kultur atau budaya organisasi. Ketiga, memahami media yang dipakai untuk menyebarkan informasi. 

Selain itu, Sri memotivasi para Duta untuk harus terus berinovasi dan tidak mudah menyerah dalam melakukan tugasnya untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan transformasi kelembagaan kepada seluruh unit di Kementerian Keuangan.

Diharapkannya, para Duta dapat menyebarkan benih mengenai pentingnya peran APBN dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita negara, yaitu menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

"APBN dan keuangan negara adalah alat yang sangat luar biasa penting untuk menghubungkan negara dan rakyat. Instrumen yang powerfull untuk menyejahterakan rakyat dan menciptakan keadilan sosial," katanya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar