Genjot Perekonomian Masyarakat, Mendag Pantau Pasar Nyanggelan dan Pasar Badung di Denpasar

Redaksi: Sabtu, 07 Oktober 2017 | 07.47.00



DENPASAR| HARIAN9
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pasar Nyanggelan dan Pasar Badung, Denpasar, Bali, Jumat (6/10). Kunjungan kerja ini dilakukan usai membuka Jawa Timur Fair 2017 di Surabaya, Jawa Timur, kemarin (5/10).

“Harga barang kebutuhan pokok di Pasar Nyanggelan terpantau stabil,” jelas Enggar usai melakukan pantauan. 

Disampaikannya, per 5 Oktober 2017, tercatat harga beras medium Rp.9.500/kg, gula Rp.12.000/kg, minyak goreng curah Rp.10.800/lt, bawang merah Rp.18.000/kg, bawang putih Rp.20.000/kg, daging sapi Rp.98.000/kg, ayam broiler Rp.28.000/kg, dan cabe merah keriting Rp.16.000/kg. 

Sebagian besar harga ini masih di bawah harga rata-rata di Denpasar. Pasar Nyanggelan merupakan salah satu pasar rakyat di Bali yang telah ada sejak berdirinya Desa Pakraman Panjer di Denpasar Selatan. Pasar ini diresmikan oleh Gubernur Bali pada tahun 1995.

Pada tahun 2013, pasar ini direvitalisasi Kemendag melalui dana Tugas Pembantuan sebesar Rp.6,5 miliar. Revitalisasi berhasil diselesaikan pada 24 Februari 2014, termasuk penataan dan pengelolaan pasar. 

Pasar Nyanggelan direvitalisasi dengan menggunakan konsep Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang Selatan, Banten. Setahun setelah revitalisasi, terjadi peningkatan omzet lebih dari 100 persen, dari Rp.2,7 miliar pada Januari 2013 menjadi Rp.6,1 miliar pada Desember 2014.

Menempati area seluas 4.595 m², pasar ini mampu menampung 44 kios dan 105 los, 11 warung kuliner, 15 stan kapling senggol, serta 16 stan pedasaran. Pasar Nyanggelan beroperasi setiap hari pada pukul 07.00-16.00 WITA.

Sementara itu di Pasar Badung, Mendag memantau proses pembangunan kembali pasar yang terbakar di tahun 2016. 

“Kunjungan ke Pasar Badung untuk memastikan pembangunan pasar sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Saat itu Presiden berpesan agar pekerjaan pembangunan Pasar Badung tidak tertunda dan terlambat,” jelasnya lagi.

Presiden, lanjutnya, memberikan perhatian khusus pada pasar-pasar rakyat. 

“Untuk itu, proses administrasi tidak boleh menghambat pembangunan fisik yang harus segera diselesaikan,” imbuhnya.

Dipintanya, agar pasar-pasar rakyat yang sudah direvitalisasi atau dibangun dapat dipelihara dan dirawat dengan baik. 

“Jika tidak dapat merawat pasar dengan baik, tidak usah minta lagi,” tandasnya.

Pasar Badung merupakan salah satu pasar rakyat di Bali, khususnya di Denpasar yang beroperasi 24 jam. Pasar ini banyak dikunjungi kalangan turis domestik maupun asing. 

Berbagai macam barang kebutuhan tersedia di pasar ini, mulai dari kebutuhan pokok, makanan tradisional yang berciri khas daerah, barang-barang seni khas Bali dan lain sebagainya.

Para wisatawan bisa menyaksikan proses jual beli secara langsung antara pedagang dan pembeli yang dilakukan secara tradisional yaitu proses tawar-menawar, melihat tenaga suun (membawa barang dagangan yang sudah dibeli), sekaligus menikmati aneka sajian kuliner tradisional dan membeli berbagai barang kerajinan.

Sebelum terbakar, Pasar Badung yang merupakan pasar induk menempati area seluas 6.230 m² dengan luas bangunan 80.016 m². Pasar yang dibangun tahun 2000 ini terdiri atas 3 lantai.

Pedagang yang berjualan di sini sebanyak 1.695 orang, dengan jumlah los mencapai 1.387 tempat dan jumlah kios 308 tempat. Adapun fasilitasnya meliputi lahan parkir, toilet/MCK, serta anjungan tunai mandiri (ATM). (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar