Imunitas, Modal Awal Tangkis Narkoba

Redaksi: Kamis, 05 Oktober 2017 | 11.58.00



MAKASSAR| HARIAN9
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Drs. Budi Waseso, ketika menjadi narasumber pada acara Rapat Kerja Pengembangan Kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Bersama Dinas Pendidikan, DPRD dan Kepala BNN Provinsi, wilayah timur, di Hotel Grand Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/10).

“Saat ini, anak-anak SD tengah menjadi incaran para bandar Narkoba untuk meregenerasi pasar,” ungkapnya. 

Membangun kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba harus ditanamkan sejak usia dini. Terlebih saat ini para bandar Narkoba kian gencar meregenerasi pangsa pasar Narkoba dengan mengincar anak-anak sebagai mangsanya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, pentingnya penanganan yang berimbang dalam masalah Narkoba, baik dari segi demand reduction maupun supply reduction. 

Pada segi demand reduction yang telah dilakukan saat ini, menurutnya masih ala kadarnya, belum massif, dan biasa-biasa saja. Sedangkan regenerasi pasar yang dilakukan oleh bandar Narkoba semakin gencar. 

"Mereka (bandar Narkoba) sangat serius dalam mengembangkan pangsa pasar," sebutnya.

Sebanyak 12.044 orang meninggal dunia per tahun atau 33 orang per harinya akibat penyalahgunaan Narkoba dan angka prevalensi penyalahguna Narkoba sudah mencapai lebih dari 4 juta jiwa penduduk Indonesia pada usia produktif. 

Ditambah lagi dari jumlah jenis Narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang saat ini beredar di Indonesia, tentunya masalah Narkoba sudah sangat luar biasa. Negara ini dijadikan ajang percobaan oleh bandar khususnya jaringan sindikat Narkoba.

Melihat hal ini, sudah seharusnya seluruh elemen bangsa Indonesia bergerak dan memberikan kontribusi nyata untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan Narkoba. 

Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada generasi muda bahwa Narkoba sangat berbahaya, sehingga mereka mampu membentengi diri dari penyalahgunaan Narkoba dan dengan berani menolak Narkoba. 

Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat Indonesia khususunya generasi muda yang terjerat candu Narkoba dan pasar Narkoba pun akan mati secara perlahan.

Orang tua dan pendidik memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi bertanggung jawab membentuk generasi yang berkualitas sebagai investasi dalam pembangunan bangsa Indonesia. 

Lembaga pendidikan juga dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah peredaran Narkoba.

“Kepala Dinas memiliki peran aktif dalam membantu mensosialisasikan bahaya Narkoba melalui kurikulum pelajaran tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba di sekolah-sekolah. Saya ingin hal tersebut terlaksana, karena kurikulum ini sudah menjadi komitmen Bersama,” harapnya.

Saat ini BNN telah membuat buku tentang bahaya Narkoba untuk berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. 

Buku yang telah diluncurkan secara resmi di beberapa kota besar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pendidik dan pengajar untuk membangun pemahaman kesadaran bahaya penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar.

Dengan demikian imunitas anak bangsa telah terbentuk sejak usia dini yang dapat digunakan sebagai modal awal dalam melawan dan menangkal penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. (bnn/03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar